Mesir Kirim Proposal Gencatan Senjata Israel – Palestina

Mesir Kirim Proposal Gencatan Senjata Israel – Palestina

KLIPING.id, Kairo – Pemerintah Mesir mengirim proposal Israel ke gerakan perlawanan Palestina Hamas pada Senin untuk gencatan senjata sementara di Jalur Gaza dan dimulainya perundingan untuk mengamankan gencatan senjata permanen.

Menurut saluran Cairo News Channel Selasa (15/04/2025) melaporkan bahwa Mesir menerima rencana Israel dan meneruskannya ke Hamas, yang sekarang sedang menunggu tanggapan dari kelompok perlawanan Palestina.

Hamas mengumumkan bahwa mereka sedang meninjau proposal gencatan senjata dan pertukaran tahanan, dengan menyatakan bahwa para pemimpinnya sedang mempelajarinya “dengan tanggung jawab nasional yang tinggi” dan akan segera menanggapinya setelah konsultasi, demikian Anadolu Agency.

Perkembangan tersebut menyusul pengumuman Hamas pada hari Sabtu bahwa delegasi yang dipimpin oleh pejabat senior Khalil Al-Hayya, melakukan perjalanan ke Kairo untuk bertemu dengan para mediator Mesir dan Qatar untuk memajukan upaya mencapai kesepakatan guna menghentikan serangan Israel di Gaza.

Sementara itu, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengumumkan bahwa “negosiasi intensif” sedang berlangsung untuk mengamankan pembebasan sandera yang ditahan di Gaza, karena tekanan publik meningkat menyusul keputusannya untuk membatalkan perjanjian gencatan senjata dan melanjutkan perang di Gaza, menurut pernyataan dari kantornya, yang dilaporkan oleh surat kabar Maariv.

Hamas menyatakan keterbukaan terhadap proposal yang memastikan gencatan senjata permanen, penarikan penuh Israel dari Gaza, diakhirinya penderitaan Palestina, dan kesepakatan pertukaran tahanan yang serius.

Israel memperkirakan 59 sandera masih berada di Gaza, 24 di antaranya masih hidup, sementara lebih dari 9.500 warga Palestina ditahan di penjara Israel, menghadapi penyiksaan, kelaparan, dan pengabaian medis telah menyebabkan banyak kematian, menurut laporan media dan hak asasi manusia Palestina dan Israel.

Media Israel melaporkan kemajuan pada hari Senin menuju kesepakatan potensial dengan Hamas didukung AS, tetapi pembicaraan pertukaran tahanan sebelumnya sering terhenti karena penolakan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu untuk mengakhiri serangan ke Gaza.

Baca Juga:  Pemprov DKI Berhasil Capai Lebih Dari 7,5 Juta Vaksinasi Sebelum Target Presiden

Mesir, bersama Qatar dan Amerika Serikat, mediasi kesepakatan gencatan senjata bertahap antara Israel dan Hamas pada bulan Januari, kemudian dilanggar Israel dengan melanjutkan perang secara sepihak pada 18 Maret.

Menurut laporan media Israel, Netanyahu meninggalkan perjanjian tahap kedua, karena tekanan dari faksi sayap kanan pemerintahnya. Hampir 51.000 warga Palestina, kebanyakan dari mereka wanita dan anak-anak, tewas di Gaza dalam serangan Israel sejak Oktober 2023.

Pengadilan Kriminal Internasional mengeluarkan surat perintah penangkapan November lalu untuk Netanyahu dan mantan Menteri Pertahanannya Yoav Gallant atas kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan di Gaza. Israel juga menghadapi kasus genosida di Mahkamah Internasional atas perangnya di daerah kantong tersebut. []

Anto -

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *