KLIPING.id-Jakarta-Petani Sawit menginginkan harga terbaik untuk kesejahteraan. Harga Sawit di Roterdam Rp28 ribu, sementara Indonesia Rp14 ribu hingga Rp15 ribu per kg.
Menyikapi hal tersebut, Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (APKASINDO) bertekad bulat menginginkan harga sawit berpihak ke Petani.
Maka launching hargasawitindonesia.id jalan terbaik dan transparasi harga Sawit bagi para petani.
Dr. Ir. Gulat Medali Emas Manurung, M.P., C.IMA., C.APO. Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (APKASINDO)
Dr. Ir. Gulat Medali Emas Manurung, M.P., C.IMA., C.APO. Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (APKASINDO)
mengatakan adanya disparitas harga dan transparasi mutu ke Pabrik Kelapa Sawit penyebab lain harga belum berpihak ke Petani Sawit.
Ia memutuskan untuk melaunching aplikasi “Hargasawitindonesia”, dengan tujuan harga Sawit menguntungkan bagi petani.
“Kami Petani Sawit bangkit melalui hargasawitindonesia.id, berkat dukungan Dewan Apkasindo, kita biaya sendiri,” jelas dia di Jakarta, Sabtu (1/8/2026).
Ia awalnya biayanya maunya berasal dari Badan Pengelola Dana Perkebunanan (BPDP). Namun pihaknya mengharuskan bersurat ke Ditjen Perkebunan untuk bisa mengajukan proposal ke BPDP.
“Namun ketika bersurat, Dirjenbun nya selalu Plt,” kita ulang lagi suratnya. Maka kita putuskan pakai dana sendiri,” katanya.
Secara historis, ia mengajukan pembuatan aplikasi ini ke sebuah kampus swasta ternama. Harga yang diminta, cukup besar.
“Kampus minta 1,5 miliar, kita cari orang lain dan dapat,” jelasnya.
Aplikasi ini menggunakan Bahasa China, Inggris, Indonesia. Nantinya yang berkunjung bisa dari mancanegara.
“Isi aplikasi terkait harga, data yang akurat,” jelasnya.
Menurut Elvyrisma Nainggolan, S.TP., M.P. Ketua Kelompok Pemasaran Hasil Perkebunan Kementerian Pertanian, aplikasi ini didukungnya.
“Kami berharap ini merupakan inovasi yang sangat baik. Kita semangat hadir launching agar harga pasar cpo transparan dan petani punya daya saing,” katanya