Diperkirakan Pertumbuhan Ekonomi 5,3 Persen – 5,4 Persen

Diperkirakan Pertumbuhan Ekonomi 5,3 Persen – 5,4 Persen

KLIPING.id-Jakarta-KLIPING.id, Jakarta — Ekonomi Indonesia diperkirakan tetap tumbuh resilien pada 2026 meski menghadapi sejumlah tantangan. Office of Chief Economist (OCE) PT Bank Mandiri (Persero) Tbk memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun ini berada di kisaran 5,3–5,4 persen secara tahunan (yoy), sejalan dengan target pemerintah.

OCE Bank Mandiri mencatat Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia pada kuartal II 2026 tumbuh 5,29 persen yoy. Angka tersebut memang melambat dibandingkan pertumbuhan 5,61 persen yoy pada kuartal I 2026, tetapi masih lebih tinggi dibandingkan 5,12 persen yoy pada kuartal II 2025. Menurut OCE Bank Mandiri, capaian tersebut menunjukkan pertumbuhan ekonomi yang relatif kuat.

Pertumbuhan ekonomi pada kuartal II 2026 terutama ditopang oleh investasi dan belanja pemerintah. Konsumsi rumah tangga tumbuh 5,06 persen yoy, konsumsi pemerintah mencapai 15,97 persen yoy, sedangkan investasi terakselerasi sebesar 6,87 persen yoy. Konsumsi pemerintah memberikan kontribusi 1,07 percentage point (ppt) terhadap pertumbuhan PDB, ditopang antara lain oleh THR serta belanja barang dan jasa termasuk program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Dari sisi perdagangan, ekspor pada kuartal II 2026 tumbuh 4,13 persen yoy, meningkat dari 0,94 persen yoy pada kuartal sebelumnya. Namun, impor tumbuh lebih cepat, yakni 8,82 persen yoy dari sebelumnya 7,19 persen yoy. Kondisi tersebut membuat net ekspor menyempit menjadi Rp106 triliun, dari Rp122 triliun pada kuartal I 2026.

OCE Bank Mandiri memperkirakan pertumbuhan ekonomi pada semester I 2026 mencapai 5,45 persen yoy. Dengan perkembangan tersebut, pertumbuhan ekonomi sepanjang 2026 diperkirakan berada di atas proyeksi sebelumnya sebesar 5,2 persen, sementara pertumbuhan pada kuartal III 2026 diperkirakan sekitar 5,1 persen yoy.

Dari sisi konsumsi, indikator Mandiri Spending Index (MSI) menunjukkan belanja masyarakat masih relatif resilien memasuki kuartal III 2026. Rata-rata pertumbuhan MSI pada kuartal III tercatat sekitar 6,0 persen yoy, relatif stabil dibandingkan 6,1 persen yoy pada kuartal II, meski lebih rendah dari 6,4 persen yoy pada kuartal I 2026. OCE menilai kondisi tersebut menunjukkan momentum belanja pada kuartal II masih berlanjut ke kuartal III.

Baca Juga:  Bank Mandiri Tebar Dividen Senilai Rp 44,47 Triliun

Pertumbuhan konsumsi juga terlihat lebih kuat di sejumlah wilayah luar Jawa. Hingga minggu ketiga Agustus 2026, pertumbuhan MSI di Kalimantan dan Sulawesi masing-masing mencapai 8,4 persen dan 8,6 persen yoy, lebih tinggi dibandingkan Jawa sebesar 6,3 persen yoy. Sementara itu, Maluku dan Papua mencatat pertumbuhan 7,4 persen yoy.

Meski prospek pertumbuhan tetap positif, OCE Bank Mandiri menilai terdapat risiko yang perlu diperhatikan, terutama dari sisi keseimbangan eksternal. Pada kuartal II 2026, defisit transaksi berjalan mencapai US$12,5 miliar atau 3,3 persen terhadap PDB. Defisit tersebut masih dapat diimbangi oleh arus masuk pada neraca finansial, antara lain melalui instrumen SRBI dan Surat Berharga Negara (SBN).

Secara keseluruhan, OCE Bank Mandiri melihat ekonomi Indonesia masih memiliki fondasi pertumbuhan yang cukup kuat pada 2026. Investasi, belanja pemerintah, serta konsumsi masyarakat menjadi penopang utama, dengan proyeksi pertumbuhan ekonomi 5,3–5,4 persen yoy. Namun, penguatan pertumbuhan tetap perlu diikuti dengan perhatian terhadap daya beli, keseimbangan eksternal, serta risiko terhadap stabilitas ekonomi.

admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *