Jejaring Buka Peluang Mahasiwa dengan Dunia Usaha

Jejaring Buka Peluang Mahasiwa dengan Dunia Usaha

KLIPING.id-BEKASI — Ketua Yayayasan Perguruan Tinggi As-Syafi’iyah (YAPTA) Prof. Dr. H. Dailami Firdaus, S.H., LL.M., M.B.A. mengingatkan 1.429 mahasiswa baru UIA agar tidak menyerahkan kemampuan berpikir kepada kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI).

Menurutnya, AI harus menjadi alat untuk memperkuat daya pikir, bukan menggantikan peran manusia dalam menilai kebenaran, ketepatan, etika, dan manfaat sebuah gagasan.

“Gunakan AI sebagai alat untuk memperkuat kemampuan berpikir, bukan untuk menggantikan kita berpikir,” tegas Dailami saat memberikan keynote speech pada Kuliah Perdana Tahun Akademik 2026/2027 UIA di Graha Alawiyah, Kampus 2 UIA, Jl. Raya Jatiwaringin No. 12, Kecamatan Pondok Gede, Kota Bekasi, Sabtu (19/9/2026).Peringatan tersebut disampaikan di tengah tema kuliah perdana UIA, “The Future of Entrepreneurship with AI”, yang secara khusus mengangkat peluang dan tantangan pemanfaatan AI dalam dunia kewirausahaan.
Dailami menegaskan, secanggih apa pun teknologi yang digunakan, manusia tetap menjadi pihak yang menentukan nilai dari sebuah ide maupun jawaban yang dihasilkan AI. Karena itu, mahasiswa harus tetap memiliki kemampuan berpikir kritis untuk menguji setiap informasi yang diperoleh dari teknologi.

“Manusialah yang menentukan nilai dari ide tersebut. Manusia tetap harus berpikir kritis untuk menentukan apakah jawaban itu benar, tepat, etis dan bermanfaat,” ujarnya.Kuliah perdana tersebut sekaligus menjadi momentum bagi UIA memperkenalkan berbagai peluang pengembangan kompetensi mahasiswa melalui jejaring kerja sama dengan dunia usaha dan organisasi kemasyarakatan.

Dailami mengatakan, UIA terus membuka ruang kolaborasi yang lebih luas dengan berbagai pihak. Ia berharap kerja sama yang dibangun tidak berhenti pada penandatanganan dokumen, tetapi diwujudkan dalam program yang memberikan manfaat nyata.
“MoU jangan berhenti hanya pada tanda tangan seremonial atau ceremony saja. MoU ini harus menjadi pintu masuk bagi lahirnya kegiatan nyata, kolaborasi yang nyata dan manfaat yang nyata buat kita semua,” katanya.

Baca Juga:  Tahun Baru Islam Momentum untuk Perkuat Ikhtiar Melawan Pandemi

Ia menilai jejaring tersebut juga berpotensi memperluas hubungan UIA dengan dunia usaha dan organisasi, termasuk membuka peluang bagi mahasiswa untuk memperoleh pengalaman profesional.

Peluang Magang ke Luar Negeri
Di hadapan mahasiswa baru, Dailami mengungkapkan adanya peluang bagi mahasiswa UIA untuk mengikuti program magang internasional, termasuk ke Taiwan dan Jepang.Menurut dia, UIA telah memberangkatkan mahasiswa ke Taiwan melalui jejaring yang salah satunya dijembatani KRAT. Leles Sudarmanto.
Ia mendorong mahasiswa mempersiapkan diri sejak semester awal agar tidak kehilangan kesempatan ketika program internasional tersebut tersedia.
“Jangan menunggu semester akhir untuk mempersiapkan diri. Kalau ingin suatu hari magang di luar negeri, mulailah belajar bahasa dari sekarang,” ujarnya.

Dailami menyebut mahasiswa dapat mempersiapkan kemampuan bahasa Inggris, Arab, Korea maupun Jepang. Selain bahasa, kesiapan akademik dan kompetensi juga harus dibangun sejak dini.
Ia menjelaskan, mahasiswa semester 5 atau 6 berpeluang mengikuti magang di luar negeri sembari menjalani perkuliahan jarak jauh secara daring. Dengan demikian, mahasiswa tidak hanya memperoleh gelar akademik, tetapi juga pengalaman internasional.Dailami juga meminta mahasiswa baru tidak merasa minder karena masih muda, belum berpengalaman atau belum memiliki modal yang besar.

“Semua orang besar pernah memulai dari langkah pertama,” katanya.Ia mendorong mahasiswa memulai dari hal-hal sederhana, seperti menghasilkan karya, aktif dalam organisasi kampus, mengikuti kompetisi, membangun networking, hingga mencoba merintis usaha jika memiliki ide bisnis.

Menurut Dailami, masa depan tidak dibangun dalam satu hari, melainkan melalui langkah-langkah kecil yang dilakukan secara konsisten.1.429 Mahasiswa Dilantik

Kuliah Perdana Tahun Akademik 2026/2027 UIA diawali sambutan Rektor UIA Prof. Dr. H. Masduki Ahmad, S.H., M.M., kemudian dilanjutkan keynote speech Ketua YAPTA Prof. Dr. H. Dailami Firdaus, S.H., LL.M., M.B.A.

Baca Juga:  Narasi dan Video Mampu Arahkan Narasi Publik

Dalam rangkaian kegiatan tersebut, Rektor UA memimpin pelantikan dan pengucapan ikrar 1.429 mahasiswa baru.

Sementara itu, Ketua Umum KADIN DKI Jakarta Hj. Diana Dewi, S.E. menyampaikan materi bertema “Membangun Kewirausahaan yang Kompetitif dan Profitable melalui Pemanfaatan AI bagi Entrepreneur Muda”.Kegiatan juga ditandai penandatanganan MoU UIA dengan KADIN DKI Jakarta serta MoA antara Lembaga Entrepreneurship Center UIA dan KADIN DKI Jakarta.

Selain itu, UIA menandatangani MoU dengan Paguyuban Jawa Tengah yang dipimpin KRAT. Leles Sudarmanto, M.M., M.B.A.; Persatuan Masyarakat Riau Indonesia yang diketuai Dr. H. Rusli Efendi, S.Pdi., S.E., M.Si.; serta Front Pemuda Muslim Maluku yang diketuai Umar Ohoitenan, S.H.

Melalui kuliah perdana ini, UIA menempatkan penguasaan teknologi, kemampuan berpikir kritis, kewirausahaan dan penguatan jejaring sebagai bagian dari persiapan mahasiswa menghadapi dunia profesional, dengan tetap menempatkan manusia sebagai pengendali utama pemanfaatan AI.***()

Anto -

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *