Meta dan Kemendag memperkuat akses UMKM ke pasar ekspor
KLIPING.id-Tangerang — Meta di Indonesia bersama Kementerian Perdagangan dan UKMIndonesia.id menutup rangkaian program pendampingan UMKM bertajuk ‘Gapai Pasar Global dengan AI’ di Trade Expo Indonesia 2026 setelah melatih 200 UMKM di Bandung, Batam, dan Jakarta untuk memanfaatkan AI dan solusi bisnis Meta guna menjangkau pasar global. Sejumlah peserta telah mencatat transaksi ekspor ke Malaysia dan Singapura, termasuk Zayya yang meraih 7,6x return dari iklan Rp150 ribu.
Program ini secara khusus menyasar UMKM dengan produk yang telah siap ekspor. Melalui pelatihan, mentoring, dan praktik langsung di tiga kota, peserta menggunakan AI dan solusi bisnis Meta untuk mengatasi salah satu tantangan utama dalam memasuki pasar global, yaitu untuk dapat menemukan dan terhubung dengan calon pembeli di pasar tujuan.
Budi Santoso, Menteri Perdagangan Republik Indonesia saat memberikan sambutan di acara Trade Expo Indonesia 2026
“Ini untuk kesekian kalinya kita bertemu dan berkolaborasi untuk meningkatkan daya saing bersama rekan-rekan UMKM semua. Kita bersyukur banyak lembaga, institusi yang terus berjalan bersama dengan pemerintah untuk meningkatkan ekonomi kita, UMKM kita. Sekarang era digital, kita harus bisa memanfaatkan AI dengan baik. Dan terima kasih kepada Meta yang sudah memfasilitasi ini. Sekarang eranya discovery commerce, jadi produk ataupun consumer yang akan mencari,” Budi Santoso, Menteri Perdagangan Republik Indonesia.
Menambahkan hal tersebut, Sarim Aziz, Direktur Kebijakan Publik Meta untuk Asia Tenggara, mengatakan, “Bagi UMKM, AI bisa mulai menjadi cara untuk bekerja lebih efisien, memahami pasar, dan mengalokasikan sumber daya dengan lebih tepat. Ketika teknologi ini dipadukan dengan solusi bisnis yang tepat, bahkan investasi yang relatif kecil dapat membuka akses ke pelanggan baru di pasar global. Misalnya seperti yang terlihat dari Zayya, salah satu UMKM yang mendapat pendampingan, yang menghasilkan 7.6x return dari iklan Rp150 ribu.”
Berikut ini adalah beberapa contoh bisnis UMKM yang berhasil menembus pasar global:
Zayya: Rp150 Ribu Iklan, Rp1,14 Juta Penjualan dari Malaysia
Dalam lima hari, bisnis fesyen muslim asal Bandung ini menginvestasikan Rp150.000 untuk iklan dan menghasilkan Rp1,14 juta penjualan dari Malaysia, atau 7,6 kali lipat dari investasi iklannya. Zayya memanfaatkan Advantage+ untuk menemukan audiens dan Meta Business Agent untuk membantu berkomunikasi dengan calon pelanggan dalam bahasa Melayu.
Obudjamoe: Order Rp3 Juta dari Malaysia
Dengan iklan senilai Rp135.000 selama tujuh hari, bisnis jamu asal Batam ini mendapatkan pesanan pertamanya dari pembeli Malaysia berupa 60 pouch jahe instan senilai sekitar Rp3 juta. Transaksi tersebut turut meningkatkan penjualan sekitar 50% dibandingkan biasanya.
Ayubifood: Respons Lebih Cepat, Jangkau Pembeli dari Malaysia
Bisnis artisanal pasta snack asal Jakarta ini menggunakan Advantage+ dan Meta Business Agent untuk menjangkau distributor halal di Malaysia. Penggunaan AI membantu menurunkan biaya per percakapan hingga 85% dan memangkas waktu respons dari 2–3 jam menjadi kurang dari lima menit, sekaligus menghasilkan penjualan dari Malaysia.
Tiga keberhasilan ini menunjukkan bagaimana AI dan teknologi digital dapat membantu UMKM memperluas jangkauan ke pasar global tanpa harus terlebih dahulu memiliki jaringan bisnis yang besar di negara tujuan.
Dari Discoverability ke Global Growth
Salah satu materi yang diedukasi kepada peserta ialah pemanfaatan Advantage+ untuk mengoptimalkan iklan dan Meta Business Agent untuk merespons calon pelanggan dengan lebih cepat. Pengalaman mereka menunjukkan bahwa go global tidak hanya membutuhkan produk yang siap ekspor, tetapi juga kemampuan untuk ditemukan, terhubung dengan pembeli, dan mengubah minat menjadi transaksi.
Riset terbaru Meta bersama YouGov menunjukkan bahwa AI sudah menjadi bagian dari aktivitas bisnis UMKM di Indonesia. Sebanyak 86% pemilik usaha kecil mengatakan bisnis mereka telah menggunakan AI, dengan 85% di antaranya melaporkan dampak positif terhadap produktivitas dalam 12 bulan terakhir. Namun, 91% mengatakan UMKM masih membutuhkan panduan untuk mendapatkan manfaat penuh dari AI.
Kebutuhan untuk mengembangkan keterampilan tersebut juga terlihat dalam rencana penggunaan AI ke depannya nanti. Sebanyak 98% pemilik usaha kecil di Indonesia berencana menggunakan AI untuk pemasaran dan pembuatan konten dalam 12 bulan ke depan, sementara 52% menilai pelatihan AI untuk pemasaran dan pembuatan konten akan bermanfaat bagi bisnis.
(ki-ka) Budi Santoso, Menteri Perdagangan Republik Indonesia dan Sarim Azis, Direktur Kebijakan Publik Meta untuk Asia Tenggara
Untuk itu, program ini berupaya untuk membekali UMKM dengan keterampilan praktis untuk menggunakan AI dalam pemasaran, meningkatkan produktivitas, dan menjangkau pasar internasional. Sebagai penutup program, Meta dan Kementerian Perdagangan menyerahkan National Export-Ready Catalogue yang memuat profil dan produk unggulan peserta yang siap menjangkau pasar ekspor.
Melalui kolaborasi ini, Meta akan terus memperluas akses UMKM terhadap teknologi dan keterampilan AI untuk menemukan pelanggan baru dan membuka peluang pertumbuhan di pasar global.
Lampiran
Informasi Tambahan dari Riset YouGov Bersama Meta
Berikut adalah beberapa informasi tambahan dari riset YouGov bersama Meta:
59% pemilik UMKM di Indonesia yang bisnisnya menggunakan AI telah memanfaatkannya untuk membuat atau mengedit konten, sementara 39% telah menggunakan AI untuk menganalisis informasi bisnis atau pelanggan.
42% pemilik UMKM di Indonesia saat ini menggunakan setidaknya satu perangkat bisnis berbasis AI dari Meta, sementara 53% telah menggunakan atau tertarik menggunakan respons pelanggan berbasis AI melalui Messenger atau WhatsApp.
38% pemilik UMKM di Indonesia mengatakan bahwa mereka akan mempercayai agen AI untuk merespons pertanyaan pelanggan dengan tinjauan manusia yang minimal.
47% mengatakan biaya dapat menjadi hambatan bagi bisnis mereka untuk mengikuti pelatihan AI, sementara 52% mengatakan pelatihan AI untuk pemasaran dan pembuatan konten akan bermanfaat bagi bisnis mereka.
36% akan menganggap panduan mengenai privasi dan keamanan data bermanfaat, sementara 32% menginginkan informasi yang lebih jelas mengenai biaya dan return on investment (ROI).
Tentang Riset
Riset ini dilakukan oleh YouGov bersama Meta secara daring terhadap 3.983 pemilik UMKM di Australia, Singapura, Vietnam, Indonesia, Taiwan, India, Thailand, Jepang, dan Hong Kong. Pengumpulan data dilakukan pada 6 Agustus hingga 2 September 2026.
Di setiap negara, kuota diterapkan berdasarkan ukuran bisnis untuk mendapatkan gambaran yang luas dan seimbang dari bisnis dengan 1–9, 10–19, dan 20–49 karyawan. Temuan ini memberikan wawasan dari beragam kelompok usaha kecil di setiap pasar, dan bukan merupakan representasi nasional dari populasi UMKM. Di setiap negara, UMKM didefinisikan berdasarkan standar UMKM yang berlaku di masing-masing negara.
Riset ini dilakukan sesuai dengan standar ISO 20252:2019, yang telah diakreditasi oleh YouGov.
# # #
Untuk informasi lebih lanjut, silakan menghubungi:
Meta
Sharon Issabella – sharonissabella@meta.com
Burson Indonesia
Ahmad Fadli – ahmad.fadli@bursonglobal.com
Privileged/Confidential Information may be contained in this message. If you are not the addressee indicated in this message (or responsible for delivery of the message to such person), you may not copy or deliver this message to anyone. In such case, you should destroy this message and kindly notify the sender by reply email. Please advise immediately if you or your employer does not consent to email for messages of this kind. Opinions, conclusions and other information in this message that do not relate to the official business of WPP 2005 Ltd. shall be understood as neither given nor endorsed by it.
