Kemenpar Perkenalkan Wisata Gastronomi Yogyakarta dan Bali kepada Agen Perjalanan Australia

Kemenpar Perkenalkan Wisata Gastronomi Yogyakarta dan Bali kepada Agen Perjalanan Australia

KLIPING.id-Jakarta – Kementerian Pariwisata (Kemenpar) memperkenalkan kekayaan gastronomi Yogyakarta dan Bali kepada empat agen perjalanan asal Australia melalui kegiatan _familiarization trip_ (famtrip) untuk membuka peluang pengembangan paket wisata berbasis kuliner, budaya, dan kebugaran (_wellness_), sekaligus menarik lebih banyak wisatawan mancanegara (wisman) berkualitas ke Indonesia.

Deputi Bidang Pemasaran Kementerian Pariwisata, Ni Made Ayu Marthini, dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (22/10/2026), mengatakan kegiatan ini menjadi langkah strategis untuk memperluas pemasaran wisata gastronomi yang berakar pada kekayaan budaya dan potensi lokal Indonesia.

Melalui pengalaman langsung, para agen perjalanan diharapkan dapat merancang paket wisata yang menarik wisatawan Australia untuk tinggal lebih lama, meningkatkan pengeluaran selama berwisata, serta menjelajahi lebih banyak destinasi di Indonesia, sejalan dengan kampanye Kemenpar _Go Beyond Ordinary_.

“Dengan memberikan pengalaman langsung kepada pelaku industri pasar Australia, diharapkan peserta dapat mengembangkan produk perjalanan dan konten yang menonjolkan keunikan gastronomi Indonesia,” kata Made.

Famtrip bertema _“Plate of Paradise: Savoring Wonderful Indonesia’s Gastronomy”_ ini merupakan bagian dari upaya memperluas dampak program strategis Wonderful Indonesia Gastronomy (WIG) 2026 yang berlangsung pada 26 September hingga 4 Oktober 2026 di Solo dan Yogyakarta.

WIG 2026 menghadirkan kekayaan kuliner Nusantara, mulai dari warisan budaya dan tradisi pangan lokal hingga potensi gastronomi Indonesia di tingkat global, melalui pengalaman bersantap imersif, promosi destinasi, serta keterlibatan pelaku industri pariwisata.

Sejalan dengan program tersebut, famtrip ini menyasar segmen wisatawan berkualitas yang mengutamakan pengalaman autentik, interaksi dengan masyarakat lokal, serta pemahaman lebih mendalam terhadap budaya dan tradisi kuliner destinasi yang dikunjungi.

“Kehadiran famtrip diharapkan dapat memperkuat posisi Indonesia sebagai destinasi gastronomi unggulan dan mendorong kolaborasi antara pelaku industri pariwisata Indonesia dan Australia,” ujar Made.

Baca Juga:  Kampus Digital Bisnis, UNM Jalin Kerja Sama Internasional dengan Tiongkok

Kegiatan yang berlangsung selama tujuh hari, pada 30 September hingga 6 Oktober 2026, ini diikuti perwakilan empat agen perjalanan Australia, yakni Flight Centre Travel Group, Luxury Escapes, Bali Tours, dan Bali Tim Holidays.

Para peserta diajak menjelajahi Yogyakarta dan Bali melalui beragam pengalaman gastronomi, budaya, dan _wellness_ yang berpotensi dikembangkan menjadi produk perjalanan bagi wisatawan Australia.

Di Yogyakarta, perjalanan dimulai dengan pengalaman bersantap imersif BOJA – The Magic Table di Bhumi Bhuvana yang mengangkat kisah dan kekayaan rempah Nusantara melalui perpaduan kuliner, seni, dan teknologi.

Peserta kemudian mengikuti sesi _coffee cupping_ dan _slow bar_ di 7 Clover Coffee untuk mengenal karakter serta keunikan kopi Indonesia, sekaligus menikmati makan malam di Mediterranea Restaurant by Kamil sebagai bagian dari rangkaian Wonderful Indonesia Gastronomy 2026.

Eksplorasi budaya berlanjut dengan pengalaman menyaksikan matahari terbit di Candi Borobudur, dilengkapi sarapan di Manohara Borobudur Cultural Center. Peserta juga menikmati makan siang dengan sajian khas Keraton Yogyakarta di Bale Raos.

Kesempatan membangun jejaring bisnis turut dihadirkan melalui _networking dinner_ bersama Werkudara Group dan Garuda Indonesia di Sekar Kedhaton, dengan sajian tradisional Jawa yang mencerminkan kekayaan warisan kuliner setempat.

Rangkaian perjalanan di Yogyakarta semakin lengkap melalui pengalaman relaksasi dan perawatan spa di Garrya Bianti serta kunjungan ke kawasan Malioboro. Perpaduan gastronomi, sejarah, budaya, dan kebugaran tersebut memberikan gambaran mengenai potensi pengembangan paket wisata terpadu yang menawarkan pengalaman lebih beragam kepada wisatawan.

Perjalanan kemudian berlanjut ke Bali dengan memperkenalkan gastronomi dari perspektif keberlanjutan.

Melalui pengalaman multisensori The Source 2.0 di Locavore NXT, peserta mengenal pemanfaatan bahan pangan lokal, praktik pengadaan bahan baku dari sumber setempat (_local sourcing_), serta pendekatan kreatif dalam mengolah kekayaan pangan menjadi pengalaman bersantap bernilai tinggi.

Baca Juga:  Wow, Ada Celah Mudik Bagi Pekerja Simak ya!

Peserta juga mengikuti kelas memasak tradisional Bali di Paon Bali untuk mempelajari bahan, teknik pengolahan, dan filosofi kuliner masyarakat setempat. Pengalaman tersebut dilengkapi dengan menikmati ragam hidangan khas Nusantara di Nusantara by Locavore.

Selain wisata kuliner, peserta diperkenalkan pada potensi wisata kebugaran melalui sesi yoga dan _floating sound healing_ di Om Ham Retreat. Kegiatan dilanjutkan dengan petualangan arung jeram di Sungai Ayung serta menikmati santap siang vegan di Moksa Ubud.

Pengalaman menikmati matahari terbenam dan makan malam di Potato Head Beach Club turut melengkapi perjalanan dengan memperkenalkan perpaduan gaya hidup, kreativitas, dan pesona kawasan pesisir Bali.

Menjelang akhir kegiatan, peserta menikmati sajian Nusantara di Merah Putih serta mengikuti sesi _wine appreciation_, _wine tasting_, dan _cheese pairing_ di Hatten Wines untuk mengenal karakter serta potensi produk _wine_ lokal.

Rangkaian famtrip ditutup dengan kunjungan ke kawasan Kuta, salah satu ikon pariwisata Bali yang dikenal melalui keindahan pantai, keragaman aktivitas wisata, serta pilihan hiburan yang menarik bagi wisatawan mancanegara.

Made menyampaikan apresiasi kepada seluruh mitra yang telah berkolaborasi menghadirkan rangkaian pengalaman wisata tersebut, termasuk InJourney Destination Management yang mendukung pelaksanaan kegiatan.

Dukungan dalam memperkenalkan kekayaan gastronomi Indonesia juga diberikan oleh Locavore NXT, Nusantara by Locavore, Hatten Wines, dan Bhumi Bhuvana melalui penyediaan pengalaman kuliner yang menampilkan keunikan bahan pangan, tradisi, serta kreativitas lokal.

Selain itu, Marriott International turut mendukung penyediaan akomodasi peserta di Yogyakarta dan Bali melalui Yogyakarta Marriott Hotel dan W Bali – Seminyak. Dukungan akomodasi selama kegiatan di kawasan Ubud juga diberikan oleh The Kayon Valley Resort.

Garuda Indonesia berpartisipasi melalui penawaran harga khusus penerbangan internasional serta fasilitasi program _“Discover More of Indonesia with a Complimentary Domestic Flight”_.

Baca Juga:  Kembangkan Dunia Pendidikan, BSI Gelontorkan Pembiayaan

Program tersebut menawarkan tiket penerbangan domestik gratis bagi wisatawan mancanegara yang memenuhi persyaratan, antara lain menginap minimal tiga malam dan melakukan pemesanan penerbangan dalam satu kode pemesanan (_booking code_).

Dukungan konektivitas tersebut diharapkan dapat memberikan kemudahan bagi wisatawan internasional untuk menjelajahi lebih banyak destinasi di Indonesia, sekaligus membuka peluang pemerataan manfaat ekonomi pariwisata ke berbagai daerah.

Made menegaskan bahwa kolaborasi antara pemerintah, maskapai penerbangan, pengelola destinasi, dan pelaku industri pariwisata merupakan bagian penting dalam menghadirkan produk wisata yang semakin beragam, berdaya saing, dan memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat lokal.

“Melalui sinergi kuat antara pemerintah, maskapai penerbangan, dan para pelaku industri pariwisata, Kementerian Pariwisata terus berkomitmen mempromosikan destinasi unggulan secara efektif demi mendorong pertumbuhan ekonomi sekaligus memperkuat daya saing pariwisata nasional,” ujar Made.

 

Anto -

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *