Tim Ekspedisi Patriot Unpad Pasang PLTS Smart Hybrid di SMKN 2 Fakfak
KLIPING.id-FAKFAK, PAPUA BARAT — Tim Ekspedisi Patriot 15 Universitas Padjadjaran (Unpad) menghadirkan inovasi Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Smart Hybrid di SMK Negeri 2 Fakfak, Kabupaten Fakfak, Papua Barat. Langkah ini diambil untuk mengatasi keterbatasan akses listrik yang selama ini menghambat kegiatan belajar-mengajar dan praktik siswa di wilayah transmigrasi tersebut.
Unit PLTS yang terpasang di sekolah kawasan Kampung Mbima Jaya, Distrik Tomage ini memiliki kapasitas mesin sebesar 6.000 Watt-hour (Wh) dengan sistem penyimpanan baterai mencapai 16.000 Wh. Kehadiran teknologi ramah lingkungan ini ditujukan untuk mendukung optimalisasi fasilitas digital sekolah, mulai dari laboratorium komputer, laboratorium bahasa, hingga ruang teaching industry.
Kepala SMKN 2 Fakfak, M. Nasir, mengungkapkan bahwa sebelum adanya intervensi dari Unpad, pihak sekolah mengalami kesulitan besar dalam menyediakan pasokan energi listrik. Kegiatan praktik siswa pada jurusan Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ), Teknik Elektro, Agribisnis pertanian, hingga Ternak Unggas sering kali terganggu.
“Sebelumnya, kami sangat bergantung pada generator diesel. Biaya pembelian bahan bakar minyak (BBM) sangat berat bagi anggaran sekolah. Setelah ada PLTS ini, perubahannya sangat terasa. Kegiatan praktik pada jam belajar menjadi jauh lebih mudah, dan pengeluaran operasional BBM sekolah dapat ditekan secara signifikan,” ujar M. Nasir.
M. Nasir menjelaskan, SMKN 2 Fakfak sebenarnya telah memiliki perangkat dan media pembelajaran berbasis digital yang cukup lengkap seperti proyektor dan papan interaktif digital. Namun, fasilitas tersebut selama ini mangkrak dan tidak dapat dimanfaatkan secara maksimal akibat ketersediaan listrik yang terbatas dan mahal.
Melalui dukungan pasokan listrik surya yang stabil, seluruh fasilitas laboratorium digital dan alat peraga elektronik kini dapat dioperasikan secara rutin, khususnya pada kegiatan belajar mengajar di pagi hari.
Sementara itu, Ketua Tim Ekspedisi Patriot 15 Unpad, Syawaludin Alisyahbana Harahap, menjelaskan bahwa pengadaan PLTS di SMKN 2 Fakfak merupakan bagian dari pengembangan model Desa Mandiri Energi Berbasis Teknologi Tepat Guna dan Energi Terbarukan di Kawasan Transmigrasi Bomberay–Tomage.
“Pengembangan PLTS ini dirancang sebagai solusi atas keterbatasan akses listrik di daerah transmigrasi. Kami berharap inisiatif ini tidak hanya meningkatkan kualitas pendidikan di SMKN 2 Fakfak, tetapi juga menjadi pijakan awal dalam membangun kemandirian energi dan kesejahteraan masyarakat di kawasan transmigrasi secara berkelanjutan,” tutur Syawaludin.
