Dorong UMKM Indonesia Go Global, Pemerintah Fasilitasi Ekspor ke Australia

Dorong UMKM Indonesia Go Global, Pemerintah Fasilitasi Ekspor ke Australia

KLIPING.ID, NEW SOUTH WALES–Pemerintah memberikan fasilitasi kepada pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah dalam aspek pembiayaan dengan bunga yang rendah melalui Kredit Usaha Rakyat serta berbagai insentif fiskal bagi pelaku usaha yang berorientasi ekspor.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan untuk memperkuat dukungan Pemerintah terhadap UMKM, pada Rapat Kabinet terbatas bulan Februari 2023, Presiden Joko Widodo telah menugaskan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian membentuk Satuan Tugas (Satgas) Ekspor guna mendorong perluasan pasar ekspor bagi pelaku UMKM.

“Tidak mudah untuk menjadi jagoan di negeri orang. Ini merupakan hal yang luar biasa karena berbagai perusahaan Indonesia yang hadir dipimpin oleh champion-champion UMKM Indonesia. Pemerintah Indonesia menyampaikan apresiasi kepada para diaspora yang aktif mendukung kemajuan UMKM Indonesia untuk dapat memasuki pasar ekspor khususnya Australia,” tegas Menko Airlangga dalam pertemuan dengan Diaspora Indonesia yang menjadi pelaku UMKM di Livingstone International Warehouse, New South Wales, Australia, Senin (03/07/2023).

Acara yang digelar sebagai rangkaian kunjungan kerja Presiden Joko Widodo dan Annual Leaders’ Meeting (ALM) Indonesia-Australia 2023, itu juga dihadiri  Menteri Luar Negeri Retno Marsudi dan Duta Besar RI di Canberra Siswo Pramono. Turut mendampingi Menko Airlangga yakni Sesmenko Perekonomian Susiwijono Moegiarso dan Deputi Kerja sama Ekonomi Internasional Edi Pambudi.

CEO Livingstone International Ivan Paulus  menyatakan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) merupakan critical engine bagi perekonomian nasional baik Indonesia maupun Australia. Berdasarkan data Kemenkop UKM, pada tahun 2021 kontribusi terhadap PDB mencapai 60,51% atau sekitar Rp. 9,580 triliun, penyerapan tenaga kerja mencapai 97% atau sebanyak 120,59 juta orang.

“Saat ini partisipasi UMKM Indonesia dalam Global Value Chain (GVC) baru mencapai 4,1 persen dari jumlah unit usaha.  Partisipasi GVC Indonesia masih tertinggal dengan  sejumlah negara tetangga seperti Malaysia 46,2 persen, Thailand 29,6 persen, Vietnam 20,1 persen, dan Filipina 21,4 persen,” ujarnya.

Baca Juga:  Resmi Beroperasi Tarif Whoosh Masih Menunggu Kepastian

Mewakili diaspora Indonesia di Australia menyampaikan bahwa produk-produk Indonesia cukup diminati di Australia. Namun demikian, saat ini nilai serap masih dinilai rendah, dari 65 ribu jenis produk dengan nilai impor USD 220 juta, Indonesia masih di bawah 12% sehingga dibutuhkan percepatan produksi dari pabrik-pabrik serta UMKM Indonesia untuk memasok kebutuhan atas produk Indonesia yang semakin besar di Australia.

“Kami berkomitmen mengalihkan sebanyak mungkin produk impor dari China menjadi produk dari Indonesia,” tutur Ivan yang juga merupakan penerima penghargaan Primaduta Award 2022.

Dalam pertemuan tersebut Menko Airlangga dan Menlu Retno juga menyaksikan penandatanganan Memorandum of Understanding atau kontrak dagang antara Livingstone International dengan PT Asia Cakra Ceria Plastik dan Livingstone dengan La Moringa. Sementara MoU Kerja sama antara UMKM Yogyakarta dengan para pelaku UMKM di Melbourne yang menggunakan dana keistimewaan DI Yogyakarta, telah dilakukan sebelumnya pada 8 Februari 2023 yang lalu.

Dalam kesempatan tersebut Menko Perekonomian, Menteri Luar Negeri, dan Dubes RI Canberra berkesempatan untuk mencoba vending machine yang menyajikan berbagai makanan dan minuman produksi Indonesia yang dipasarkan di Australia. Para menteri dan Dubes RI juga mengendarai buggy untuk meninjau warehouse yang menampung berbagai produk Indonesia tersebut.*

Avatar

Abdul Aziz

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *