Akselerasi Sektor Ekonomi Digital, Indonesia Dapat Pujian Bank Dunia

Akselerasi Sektor Ekonomi Digital, Indonesia Dapat Pujian Bank Dunia

KLIPING.ID, JAKARTA–Sektor ekonomi digital telah menjadi salah satu pengungkit utama potensi pertumbuhan ekonomi nasional ke depan. Kesiapan sumber daya manusia menjadi kunci pendorng utama perkembangan ekonomi digital.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan Pemerintah juga telah menerapkan berbagai kebijakan yang komprehensif agar ekonomi digital mampu menjadi kontributor utama dalam penguatan perekonomian nasional untuk mendukung Indonesia menjadi negara maju.

“Seluruhnya satu jalan, satu tarikan nafas untuk mencapai Indonesia Maju di tahun 2045. Secara ekonomi, Indonesia akan menjadi 5 negara terbesar di dunia. Salah satu faktor pengungkitnya adalah faktor digitalisasi,” katanya dalam Launching Visi Indonesia Digital 2045 di Ballroom Hotel Kempinski, Jakarta Pusat, Rabu (13/12/2023).

Menko Airlangga menyatakan Visi Indonesia Digital 2045 perlu diupayakan secara holistik dengan penekanan pada penyiapan SDM atau talenta digital. Menko Airlangga juga menegaskan kebutuhan talenta digital nasional harus dapat dipenuhi secara mandiri, sehingga  tidak di outsourcing dari luar negeri.

“Kita harus cepat dan kita tidak boleh ketinggalan,dari negara lain yang suka meng-copycat apa yang sudah kita punya di Indonesia dan tidak senang Indonesia tumbuh jadi negara yang maju terdepan. Kita harus kerja keras,” tegasnya

Oleh karena itu, Pemerintah telah menginisiasi berbagai program digital yang diantaranya yakni pembangunan Kawasan Ekonomi Khusus Digital di Nongsa Batam dan Kawasan Ekonomi Khusus Pendidikan di Malang.

Menko Airlangga jmenjelaskan kondisi perekonomian nasional yang pertumbuhannya stabil dan by all account positif. Optimisme juga didukung oleh pandangan World Bank terkait ekonomi Indonesia yang sampai tahun 2026 diprediksi bisa dijaga di kisaran 4,9% sampai 5%.

“Indonesia merupakan the bright spot in the world, menjadi salah satu dari sedikit negara di dunia dengan perekonomian yang tumbuh resilien. Oleh karena itu, Indonesia menjadi sebuah model emerging country yang pertumbuhannya baik,” tandasnya mengenai pujian dari Bank Dunia bagi perekonomian nasional.

Baca Juga:  Target Bantu 1,5 Juta Penerima Manfaat di Ramadhan, Rumah Zakat Siap Berkolaborasi untuk Tumbuh Bersama

Di tingkat regional, Menko Airlangga menuturkan bahwa ASEAN merupakan satu-satunya regional yang telah menyiapkan ekonomi digital secara komprehensif.

“Di level ASEAN, pada saat kepemimpinan Indonesia, kita siapkan Digital Economy Framework Agreement (DEFA), tidak ada regional lain di seluruh dunia yang menyiapkan ekonomi digital sekomprehensif ASEAN. Dunia baru kenal CEPA, dunia baru punya FTA, tetapi DEFA itu satu satunya, yang pertama mempersiapkan adalah ASEAN dan ASEAN di bawah kepemimpinan Indonesia,” jelasnya

Menko Airlangga menyatakan ekonomi digital Indonesia yang mampu menguasai 40% ekonomi digital ASEAN.

“Payment system digital Indonesia juga sudah menyentuh 5 negara di ASEAN dan dengan penggunaan QRIS tersebut sangat membantu perdagangan. Penggunaan QRIS kedepan akan terus didorong ke banyak negara agar nilai ekonomi digital Indonesia dapat diakselerasi semakin meningkat,” tuturnya.

Dalam sesi doorstop bersama pekerja media, Menko Airlangga kembali menekankan selain hilirisasi, Indonesia juga memerlukan digitalisasi untuk mengoptimalkan potensi ekonominya.

“Jadi, digitalisasi ini diharapkan kontribusi ekonominya 20%. Ini membutuhkan e-gov, kemudian pengungkit ekonomi, mulai dari manufaktur sampai e-commerce dan industri service atau kalau di digital sering kita sebut servisifikasi. Dan itu kalau berkontribusi 20% juga terhadap ekonomi, maka ini menjadi bagus,” ungkapnya.

Sebelumnya, pada tanggal 6 Desember 2023, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian meluncurkan Buku Putih Strategi Nasional Pengembangan Ekonomi Digital Indonesia 2030. Hari ini, peluncuran Visi Indonesia Digital 2045 menjadi  rangkaian langkah kebijakan Pemerintah, satu kesatuan ekosistem bersama RPJMN 2025-2035 dan RPJP yang tengah dibahas di parlemen.

Dalam acara itu hadir  Menteri Komunikasi dan Informatika Budi Arie Setiadi, Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan, Deputi Bidang Koordinasi Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Digital, Ketenagakerjaan, dan UMKM Kemenko Perekonomian Mohammad Rudy Salahuddin, Sekretaris Jenderal Kementerian Kominfo Mira Tayyiba dan Juru Bicara Kemenko Perekonomian Haryo Limanseto.*

Baca Juga:  Kereta Api Makassar-Parepare Resmi Beroperasi
Avatar

Hery -

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *