PT SMI Perkuat Komitmen Keberlanjutan melalui Panen Perdana Program Penghijauan Lahan Kritis di Jawa Barat
KLIPING.id-Bandung — PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) (“PT SMI”)
memperkuat komitmennya terhadap upaya pelestarian lingkungan dan penguatan ketahanan masyarakat melalui Program Penghijauan Lahan Kritis di tiga kabupaten di Jawa Barat.
Program yang berlangsung sejak 2024 hingga 2028 ini merupakan bagian dari upaya PT SMI mewujudkan komitmen Karbon Netral 2028 yang dideklarasikan pada peringatan HUT ke-15
PT SMI pada 2024. Salah satu langkah yang dilakukan untuk mengompensasi emisi karbon tersebut adalah melalui penanaman tumbuhan terestrial, khususnya di lahan kritis, yang dilaksanakan melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PT SMI bekerja sama dengan Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Barat dan Jaringan Kerja Ecovillage.
Program penghijauan dilaksanakan di Kabupaten Bandung, Kabupaten Bogor, dan Kabupaten Cianjur dengan pendekatan agroforestry yang mengintegrasikan fungsi ekologis dengan potensi ekonomi masyarakat. Pada 2024, program mencakup lahan seluas 30 hektare yang dialokasikan oleh Dinas Kehutanan Jawa Barat, dengan penanaman sebanyak 27.000 bibit
pohon. Memasuki 2026, cakupan lahan bertambah menjadi 42 hektare atau meningkat 12 hektare, seiring dengan partisipasi mandiri masyarakat di lokasi penanaman.
Jenis tanaman yang dikembangkan meliputi tanaman produktif dan kehutanan, seperti kopi, alpukat, jeruk limau, damar, eukaliptus, suren, dan cengkeh. Di Desa Cihawuk, sebanyak 9.000
pohon ditanam, yang pengembangannya dilengkapi dengan pendampingan kelompok tani, pembinaan nursery masyarakat, pemeliharaan tanaman, serta pengolahan dan pemasaran
produk pascapanen. Program ini diharapkan dapat mendukung pemulihan lahan sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.
Salah satu capaian program tersebut ditandai dengan Seremoni Panen Perdana di Desa Cihawuk, Kecamatan Kertasari, Kabupaten Bandung, pada 3 September 2026. Di lokasi ini, program yang semula mencakup 10 hektare pada 2024 berkembang menjadi 14,62 hektare pada
2026. Penambahan 4,62 hektare tersebut berasal dari partisipasi mandiri masyarakat yang tergabung dalam Kelompok Tani Mencil Lestari.
Dari sisi ekonomi, program ini turut meningkatkan rata-rata pendapatan petani sebesar 66,6% serta memperluas keterlibatan masyarakat dari 40 menjadi 69 petani. Perbaikan akses jalan
menuju Desa Cihawuk juga mendukung mobilitas masyarakat dan aktivitas ekonomi di kawasan tersebut.
