OJK Catat 7 Calon Emiten dalam Pipeline IPO, Target Dana Rp4,02 Triliun
KLIPING.id-JAKARTA – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat terdapat tujuh perusahaan yang sedang berada dalam pipeline proses pendaftaran penawaran umum perdana saham atau Initial Public Offering (IPO) per 6 September 2026.
Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif dan Bursa Karbon OJK Hasan Fawzi mengatakan, tujuh perusahaan tersebut memiliki perkiraan target dana maksimum yang akan dihimpun sebesar Rp4,02 triliun.
“Per 6 September 2026 terdapat 7 perusahaan yang sedang dalam pipeline proses pendaftaran IPO, dengan perkiraan target dana maksimum sebesar Rp4,02 triliun,” ujar Hasan dalam jawaban tertulis konferensi pers RDKB Agustus 2026, Senin (7/9/2026).
Jumlah tersebut muncul di tengah realisasi IPO di Bursa Efek Indonesia yang hingga saat ini tercatat sebanyak tujuh perusahaan. OJK menyebut kondisi pasar global menjadi salah satu faktor yang memengaruhi keputusan perusahaan dalam menentukan waktu pelaksanaan penawaran umum.
“Penurunan calon perusahaan untuk melakukan IPO dipengaruhi oleh beberapa faktor, antara lain dinamika kondisi pasar global, termasuk meningkatnya ketidakpastian geopolitik yang memengaruhi timing perusahaan untuk melaksanakan penawaran umum,” kata Hasan.
Selain faktor pasar, OJK menyebut terdapat sejumlah rencana IPO yang belum memperoleh persetujuan karena masih diperlukan peningkatan kualitas keterbukaan informasi.
OJK menegaskan fokus pengembangan pasar modal tidak semata-mata diarahkan pada jumlah perusahaan yang melakukan IPO. Penghimpunan dana melalui pasar modal secara keseluruhan juga menjadi salah satu indikator yang diperhatikan.
OJK telah menetapkan target penghimpunan dana di pasar modal pada 2026 sebesar Rp250 triliun. Hingga 6 September 2026, nilai penghimpunan dana di pasar modal telah mencapai Rp148,3 triliun.
“Dalam mencapai target dimaksud, OJK tetap senantiasa mengedepankan pada kualitas keterbukaan informasi serta kesiapan calon Emiten,” ujar Hasan.
Untuk mendorong perusahaan masuk ke pasar modal, OJK bersama BEI juga terus melakukan sosialisasi kepada calon emiten. Salah satu bentuknya adalah pelaksanaan coaching clinic di sejumlah daerah di Indonesia.
Sementara itu, terkait rencana IPO PT SWAP Energi Indonesia Tbk (SWAP), OJK menjelaskan bahwa proses pernyataan efektif belum dapat diterbitkan karena terdapat perubahan skema penjaminan emisi dari full commitment menjadi best effort.
Perubahan tersebut membuat diperlukan pengungkapan tambahan dalam prospektus mengenai sumber dana lain yang akan digunakan apabila dana hasil IPO tidak mencukupi untuk membiayai kegiatan perseroan. Sampai draft prospektus terakhir, pengungkapan mengenai sumber dana lain tersebut belum terdapat dalam dokumen.
OJK masih menyampaikan surat tanggapan kepada perseroan. Selanjutnya, perseroan menyampaikan surat penundaan melalui Surat Nomor 1489/SWA/Dir/IX/2026 tanggal 1 September 2026.
