Perumahan di Tenjo Terus Dipasarkan
KLIPING.id-Jakarta – Pengembang menghadirkan hunian, fasilitas, area komersial, ruang terbuka, hingga konektivitas dalam satu kesatuan kawasan.
Transformasi tersebut tercermin dalam pengembangan Kota Podomoro Tenjo, kawasan yang dikembangkan Agung Podomoro Land di Kabupaten Bogor.
Memasuki 2026, pengembangan
kawasan terus diperkuat melalui penambahan fasilitas, area komersial, serta konektivitas yang mendukung aktivitas penghuni.
Salah satu perkembangan terbaru adalah peresmian Magnolia Clubhouse pada Mei 2026.
Fasilitas ini menjadi bagian dari pengembangan kawasan Magnolia dan Mahogany, sekaligus melengkapi sarana yang mendukung aktivitas, interaksi, dan kenyamanan penghuni.
Dari sisi komersial, Lenzia Arcade dan Legrandia Arcade telah diserahterimakan kepada konsumen. Pengembangan ini akan semakin diperkuat dengan rencana pembukaan Pasar Modern Kota Podomoro Tenjo pada November 2026, yang diharapkan menambah pilihan
kebutuhan sehari-hari sekaligus mendorong aktivitas ekonomi di dalam kawasan.
“Kebutuhan konsumen terhadap hunian terus berkembang. Masyarakat kini tidak hanya mencari rumah, tetapi juga lingkungan yang mampu menunjang aktivitas dan kebutuhan sehari-hari. Karena itu, Kota Podomoro Tenjo kami kembangkan sebagai sebuah ekosistem yang semakin lengkap, tempat hunian, fasilitas, area komersial, dan ruang aktivitas tumbuh
serta saling terintegrasi,” ujar Suyenty Lokat, Marketing Director Region 1 Agung Podomoro Land.
Dari sisi konektivitas, Stasiun Tenjo Baru yang berada di dalam kawasan Kota Podomoro Tenjo ditargetkan mulai beroperasi pada awal 2027. Kehadiran stasiun ini diharapkan memberikan
alternatif mobilitas sekaligus memperkuat integrasi kawasan dengan transportasi publik.
Konektivitas kawasan juga berpotensi semakin diperkuat melalui pengembangan Jalan Tol Serpong–Balaraja, khususnya ruas Legok–Tigaraksa Selatan dan Tigaraksa Selatan–Balaraja.
Berdasarkan data Kementerian Pekerjaan Umum, ruas Legok–Tigaraksa Selatan masih dalam tahap konstruksi dengan target operasi 2027, sementara ruas Tigaraksa Selatan–Balaraja dijadwalkan memasuki tahap konstruksi pada periode 2026–2028.
Kelengkapan ekosistem juga terus dikembangkan melalui fasilitas pendidikan seperti Universal Global School dan fasilitas kesehatan yang direncanakan hadir pada akhir tahun ini.
“Bagi kami, kota mandiri bukan hanya ditentukan oleh skala kawasan, melainkan bagaimana berbagai elemen di dalamnya dapat saling terhubung dan memberikan nilai bagi masyarakat. Dengan berkembangnya hunian, fasilitas komersial, pendidikan, kesehatan, ruang terbuka,
serta konektivitas, kami berharap Kota Podomoro Tenjo semakin relevan dengan kebutuhan masyarakat dan memiliki nilai jangka panjang,” ujar Suyenty.
Dengan perkembangan fasilitas, aktivitas komersial, transportasi publik, dan konektivitas yang terus diperkuat, Kota Podomoro Tenjo menempatkan pembangunan ekosistem sebagai
bagian penting dari strategi pengembangan jangka panjang, bukan hanya sebagai tempat tinggal, tetapi sebagai kawasan untuk tumbuh, beraktivitas, dan membangun kehidupan.
