Alumni Cinta Quran Center Dikukuhkan Jadi Imam Muda di Papua

Alumni Cinta Quran Center Dikukuhkan Jadi Imam Muda di Papua

KLIPING.ID, SORONG–Alumni Cinta Quran Center, Abdul Fattah Iriwa, resmi dikukuhkan sebagai “Imam Muda” di Papua pada Kamis, 12 Maret 2026. Putra asli Suku Kokoda itu didapuk melalui prosesi adat dan keagamaan bernama Takabbir di Sorong, Papua Barat Daya.

Tugas perdananya sebagai Imam Muda dimulai dengan memimpin Sholat Idul Fitri di Masjid Babul Jannah, Sorong, pada 21 Maret 2026. Dalam kesempatan tersebut, ia tidak hanya menjadi imam, tetapi juga menyampaikan khutbah pertama di tanah kelahirannya.

Di Papua, gelar Imam Muda memiliki makna yang lebih dalam dari sekadar pemimpin sholat. Gelar kehormatan ini menjadi simbol amanah sebagai da’i yang hadir di tengah masyarakat, mendampingi kehidupan umat secara langsung, mulai dari pengajian, tasyakuran, hingga berbagai kegiatan spiritual warga.

Kehadiran Fattah disambut hangat oleh masyarakat muslim setempat, khususnya dari Suku Kokoda. Sosoknya dinilai mampu mengisi kebutuhan figur pembina yang tidak hanya datang untuk berceramah, tetapi juga tinggal dan membersamai kehidupan sehari-hari warga. Antusiasme ini juga terlihat dari meningkatnya minat para pemuda untuk belajar Islam secara langsung.

Dalam kesehariannya, mahasantri angkatan ke-2 Cinta Quran Center itu aktif berkeliling dari satu rumah ke rumah lain untuk memenuhi undangan masyarakat. Dedikasinya pun mendapat kepercayaan lebih luas dengan penugasan resmi dari Kementerian Agama untuk mengisi khutbah Jumat di ratusan masjid di wilayah tersebut.

Tidak berhenti di situ, Fattah juga mulai merintis langkah jangka panjang melalui pembangunan Yayasan Rabiatul Milad bersama rekannya, Helmi, yang juga merupakan alumni Cinta Quran Center asal Papua. Inisiatif ini diharapkan dapat menjadi pusat pembinaan dakwah dan pendidikan Islam bagi masyarakat setempat.

Meski demikian, Fattah menegaskan bahwa tantangan dakwah di Papua masih sangat besar dan membutuhkan dukungan lebih luas.

Baca Juga:  Presiden Jokowi Kunjungi Proyek Bendungan Sepaku Semoi

“Saat ini saya harus melayani dan membina kebutuhan spiritual sekitar 199 kepala keluarga. Dengan wilayah yang luas dan antusiasme masyarakat yang tinggi, kami masih sangat membutuhkan lebih banyak da’i di tanah Papua,” ungkap Fattah.

Perjalanan Fattah menjadi gambaran pentingnya pembinaan generasi dai yang siap terjun ke masyarakat. Seperti yang dilakukan Cinta Quran Center untuk menyiapkan kader-kader dakwah. Harapannya semakin banyak lahir dai-dai muda yang muncul dan membina masyarakat.*

Tio Sukamto

Ceritakan tentang dirimu Tio di Sini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *