BRILink Agen Ijay Hadirkan Inklusi Keuangan, Dekatkan Bantuan Sosial kepada 2.000 Penerima Manfaat di Desa Jelapat Batola Kalsel
KLIPING.id-Kalimantan Selatan – Keberadaan BRILink Agen kini tidak sekadar memberikan kemudahan akses transaksi bagi masyarakat, tetapi juga ikut menggerakkan aktivitas ekonomi di tingkat lokal. Hal tersebut tercermin dari perjalanan Ijay, pemilik BRILink Agen asal Desa Jelapat 2, Kabupaten Barito Kuala, Kalimantan Selatan, yang mampu membuka lapangan pekerjaan bagi warga sekitar hingga mendekatkan bantuan pemerintah kepada ribuan keluarga penerima manfaat.
Ijay bercerita, sejak bergabung menjadi BRILink Agen pada awal 2015, ia memulai usaha dari konter pulsa sederhana berukuran sekitar 2×3 meter. Saat itu, masyarakat di wilayahnya harus menempuh perjalanan sekitar 10 kilometer menuju BRI Unit Tamban Kabupaten Barito Kuala, dan sekitar 15 kilometer ke Unit Anjir Pasar untuk memperoleh layanan perbankan.
“Kondisi tersebut mendorong saya untuk mengambil peluang sebagai BRILink Agen, ini karena lokasi kantor bank dan ATM cukup jauh. Sekarang, warga tidak perlu lagi mengeluarkan biaya transportasi tinggi atau mengantre lama di kota, karena transaksi di bawah Rp1 juta di agen kami biayanya sangat terjangkau,” ujar Ijay.
Kemudahan tersebut perlahan membuat keberadaan BRILink Agen milik Ijay semakin dikenal dan dimanfaatkan masyarakat sekitar untuk memenuhi berbagai kebutuhan transaksi. “Pada masa awal perkembangannya, aktivitas transaksi masyarakat saat itu didominasi kebutuhan penarikan gaji pekerja perusahaan kayu atau plywood yang beroperasi di wilayah sekitar,” ujarnya.
Bahkan, pada awal beroperasi, keuntungan bersih Ijay sudah mencapai Rp5 hingga Rp6 juta per bulan. Seiring berjalannya waktu, Ijay bercerita bahwa kepercayaan masyarakat semakin kuat berkat garansi ganti rugi pelayanan, pemasangan papan petunjuk, serta promosi aktif di media sosial yang dilakukannya.
Dukungan finansial BRI melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR) pada awal usahanya turut menjadi batu pijakan besar bagi ekspansi bisnis Ijay. Dari rekam jejak transaksi yang konsisten dan hasil pengelolaan BRILink Agen, Ijay mampu melakukan diversifikasi usaha yang signifikan.
Kini, Ijay tidak hanya mengelola BRILink Agen dengan rata-rata 100 transaksi per hari atau sekitar 3.000 transaksi setiap bulannya, tetapi juga berhasil membangun berbagai lini bisnis terpadu, mulai dari minimarket, pangkalan gas LPG, toko alat tulis kantor (ATK) dan plastik, hingga toko sepeda listrik. Selain itu, ia juga mengelola lahan perkebunan seluas kurang lebih 10 hektar.
Dampak sosial yang dihasilkan pun sangat nyata. Ijay kini mempekerjakan 10 orang karyawan yang seluruhnya merupakan warga lokal dari lingkungan RT tempat tinggalnya, sehingga mereka dapat bekerja dengan mudah tanpa perlu merantau.
Tidak hanya itu, sebagai agen referral BRI, Ijay aktif membantu tetangga dan pelaku UMKM sekitar untuk mendapatkan akses pembiayaan modal usaha seperti Ultra Mikro BRI.
“Hasil dari BRILink Agen ini kami putar kembali menjadi modal usaha produktif. Kami juga bisa membantu mereferensikan tetangga yang butuh pembiayaan modal untuk jualan angkringan ke unit BRI terdekat,” tambah Ijay, yang juga aktif sebagai Ketua Kelompok Tani (Gapoktan) dan anggota Persatuan Pemadam Kebakaran (Balakar) di desanya.
Keberhasilan Ijay dalam mengelola BRILink Agen juga tidak lepas dari pendampingan BRI. Menurutnya, dukungan teknis dari petugas dan Mantri BRI yang responsif memberikan rasa aman bagi agen dalam menjalankan operasional sehari-hari, termasuk ketika menghadapi kendala transaksi maupun kebutuhan layanan lainnya.
“Kalau ada kendala, kami tidak merasa berjalan sendiri karena teman-teman BRI selalu siap membantu. Buat saya itu penting, karena kami berhadapan langsung dengan masyarakat setiap hari dan ingin mereka tetap merasa nyaman bertransaksi di sini,” ungkap Ijay.
Dari layanan yang awalnya berfokus pada kebutuhan transaksi sehari-hari, peran BRILink Agen milik Ijay perlahan berkembang semakin luas. Kedekatannya dengan masyarakat dan konsistensinya dalam memberikan layanan turut membuat outlet tersebut dipercaya menjadi salah satu titik penyaluran Bantuan Pangan Nontunai (BPNT/Kartu Sembako) bagi sekitar 2.000 Penerima Manfaat (KPM) di wilayahnya.
Bagi Ijay, kepercayaan tersebut memiliki arti tersendiri karena melalui perannya sebagai BRILink Agen, ia dapat membantu masyarakat menerima bantuan dengan lebih mudah dan lebih dekat dari tempat tinggal mereka.
Corporate Secretary BRI Dhanny mengatakan, keberadaan BRILink Agen merupakan bagian dari upaya BRI memperluas jangkauan layanan dan menghadirkan akses keuangan yang semakin dekat dengan masyarakat. Melalui jaringan yang tersebar hingga wilayah perdesaan, BRI ingin memastikan layanan perbankan dapat menjangkau lebih banyak lapisan masyarakat sekaligus mendukung aktivitas ekonomi lokal dan penguatan inklusi keuangan.
“Bagi BRI, perluasan akses bukan hanya soal menghadirkan layanan transaksi, tetapi juga bagaimana keberadaan layanan tersebut dapat ikut membuka peluang ekonomi, memperkuat aktivitas usaha masyarakat, dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi lingkungan sekitarnya,” ujar Dhanny.
