Gerakan Pangan Murah Serentak di 38 Provinsi

Gerakan Pangan Murah Serentak di 38 Provinsi

KLIPING.id-Jakarta – Gerakan Pangan Murah (GPM) digelar serentak di 38 provinsi dan 514 kabupaten/kota untuk menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan serta memperluas akses masyarakat terhadap pangan terjangkau. Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Saleh Mustafa mendorong penguatan intervensi agar pemerintah dapat merespons lebih cepat ketika terjadi gejolak harga pangan di daerah.

Wamentan Saleh mengapresiasi pelaksanaan GPM yang dinilai membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pangan. Namun, ia menegaskan perlunya upaya berkelanjutan untuk meningkatkan daya beli masyarakat, termasuk melalui optimalisasi bantuan pangan yang direncanakan Presiden.

“Saya sangat mengapresiasi gerakan ini karena sangat membantu masyarakat. Namun, kita juga harus melihat kondisi riil bahwa daya beli masyarakat saat ini relatif rendah. Karena itu, bantuan pangan yang telah direncanakan Bapak Presiden perlu kita optimalkan agar masyarakat dapat memenuhi kebutuhan pokoknya secara merata,” ujar Wamentan Saleh saat menghadiri GPM Nasional di Jakarta, Kamis (22/10).

Ia berharap berbagai intervensi pemerintah dapat membantu meningkatkan kemampuan masyarakat dalam memenuhi kebutuhan pangan sehari-hari. Menurutnya, pelaksanaan GPM perlu terus ditingkatkan dan dievaluasi untuk mengukur dampaknya terhadap daya beli masyarakat sebagai konsumen.

“Harapan kita, ke depan daya beli masyarakat semakin meningkat sehingga kebutuhan pangan pokok dapat terpenuhi dengan lebih baik,” katanya.

Selain menyediakan pangan dengan harga terjangkau, pemerintah memperkuat dukungan sarana untuk pengujian keamanan pangan dan penanganan gejolak harga. Dalam kegiatan tersebut, pemerintah menyerahkan bantuan kendaraan untuk mendukung pengujian keamanan komoditas pangan, termasuk memastikan cabai yang dipasarkan kepada masyarakat aman dikonsumsi dan tidak mengandung bahan berbahaya.

Pemerintah juga menghadirkan kendaraan pendukung program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) dari Badan Pangan Nasional (Bapanas). Dukungan sarana ini diharapkan membantu pemantauan kondisi pangan dan mempercepat langkah intervensi di wilayah yang mengalami ketidakstabilan harga.

Baca Juga:  Ini Cara Anak Muda Dapat Cuan dari Pertanian Versi Wamentan Sudaryono

“Tujuannya agar ketika terjadi gejolak atau harga pangan tidak stabil di suatu wilayah, kita bisa melakukan intervensi secara cepat. Dengan dukungan fasilitas yang tersedia, pemerintah dapat memantau kondisi pangan dan mengambil langkah yang diperlukan,” kata Wamentan Saleh.

GPM Nasional diselenggarakan dalam rangka Hari Pangan Sedunia 2026 dengan melibatkan Dinas Ketahanan Pangan di 38 provinsi dan 514 kabupaten/kota. Di Jakarta, kegiatan dipusatkan di tiga lokasi, yakni bantaran sungai Flyover Kalibata Cawang-Cililitan, Kantor RW 007 Kelurahan Bidara Cina, Jakarta Timur, serta Kantor Kelurahan Bukit Duri, Jakarta Selatan.

Pemilihan lokasi di kawasan padat penduduk bertujuan mendekatkan layanan pangan murah kepada masyarakat agar manfaat program dapat dirasakan secara langsung.

Pada pelaksanaan GPM di Jakarta, Pemerintah menyediakan 400 paket beras yang dibagikan secara gratis kepada masyarakat. Selain itu, tersedia 2.400 voucher belanja senilai Rp15.000 per voucher untuk membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pangan.

Di tiga lokasi tersebut, berbagai komoditas pangan disediakan dengan harga di bawah harga pasar. Komoditas yang tersedia meliputi beras SPHP sebanyak 12,25 ton, beras premium 6 ton, gula pasir 3,24 ton, minyak goreng 5.500 liter, ayam 1.200 ekor, daging sapi 150 kilogram, telur ayam ras 870 kilogram, cabai rawit merah 80 kilogram, cabai merah keriting 185 kilogram, bawang merah 170 kilogram, serta bawang putih 150 kilogram.

Pelaksanaan GPM diperkuat melalui kolaborasi Kementerian Pertanian, Bapanas, pemerintah daerah, BUMN, BUMD, dan pelaku usaha swasta. Sinergi tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga ketersediaan pangan, memperluas akses masyarakat terhadap bahan pangan terjangkau, serta mempercepat respons terhadap dinamika pasokan dan harga di lapangan.

Sepanjang Januari hingga Oktober 2026, pelaksanaan GPM di seluruh Indonesia tercatat mencapai 11.349 kegiatan. Rinciannya terdiri atas 127 kegiatan di tingkat pusat, 2.071 di tingkat provinsi, 8.710 di kabupaten/kota, dan 441 kegiatan bersama mitra.

Baca Juga:  Wamentan Sudaryono Dorong IPB Jadi Pusat Inovasi Pembangunan Pertanian Nasional

Kementan bersama instansi terkait akan terus memperkuat koordinasi dan dukungan terhadap pelaksanaan GPM. Upaya ini diharapkan dapat membantu menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan, memperluas akses masyarakat terhadap pangan yang aman dan terjangkau, serta mendukung peningkatan daya beli masyarakat.

Anto -

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *