Mahasiwa Ini Berani Tembus Perkampungan Papua Cek Kesehatan Hewan Ternak

Mahasiwa Ini Berani Tembus Perkampungan Papua Cek Kesehatan Hewan Ternak

KLIPING.id-Fakfak- Selama empat hari, Tim 3 Ekspedisi Patriot Universitas Padjadjaran menyusuri kampung demi kampung di Distrik Bomberay, Kabupaten Fakfak, Papua Barat, untuk mendatangi rumah para peternak satu per satu dalam rangka program deworming dan pemeriksaan kesehatan ternak.

Kegiatan yang berlangsung sejak 1 hingga 4 September 2026 ini dilaksanakan dengan mengendarai sepeda motor berkeliling dari satu kampung ke kampung lain, mendatangi kandang maupun lokasi pemeliharaan ternak milik warga. Tim didampingi oleh Dr. drh Rini Widyastuti, M.Si., dokter hewan sekaligus dosen Fakultas Peternakan dan Program Studi Kedokteran Hewan Universitas Padjadjaran, bersama dua petugas dari Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, yaitu Harno dan Ismanto.

Sebelum turun ke lapangan setiap harinya, tim terlebih dahulu melakukan persiapan alat dan bahan di tempat singgah, mulai dari pengecekan obat cacing, spuit, tabung sampel, hingga cairan pengawet yang akan digunakan selama kegiatan. Perlengkapan tersebut disusun dan dikemas dalam cooler box agar kualitasnya tetap terjaga sepanjang perjalanan menuju kandang-kandang ternak yang tersebar di berbagai kampung.

 

.

Setelah seluruh obat dan alat dipastikan lengkap serta tersusun rapi dalam cooler box, tim kemudian berkumpul untuk pengecekan akhir sebelum berangkat menuju kandang-kandang ternak yang tersebar di beberapa kampung. Rutinitas persiapan ini dilakukan setiap pagi selama empat hari pelaksanaan kegiatan guna memastikan kelancaran proses pemeriksaan dan pengambilan sampel di lapangan.

 

 

Pemeriksaan dilakukan terhadap ternak milik sembilan peternak yang tersebar di lima kampung, yaitu Kampung Bumi Muroh Indah, Mekar Sari, Onim Jaya, Pinang Agung, dan Wono Rejo. Total 38 ekor sapi diperiksa. Setiap ekor ternak menjalani pengamatan fisik individu yang mencakup penilaian Body Condition Score (BCS), kondisi mukosa, ada-tidaknya edema, tekstur bulu, serta konsistensi feses, sebagai indikator awal status kesehatan dan kemungkinan infestasi cacing.

Baca Juga:  Relawan Mahasiswa Indonesia Sajikan Makanan EMT dan USAR

 

 

Proses pemeriksaan fisik dilakukan secara bertahap pada setiap ekor ternak, mulai dari pengecekan kondisi tubuh, mukosa mata dan mulut, hingga tekstur bulu. Agar ternak tetap tenang selama proses berlangsung, tim turut dibantu oleh petugas lapangan yang berpengalaman menangani hewan ternak.

 

Kehadiran petugas dari Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan sangat membantu kelancaran pemeriksaan, terutama pada ternak yang cenderung gelisah saat didekati. Dengan penanganan yang hati-hati, seluruh rangkaian pemeriksaan fisik dapat berjalan lancar tanpa menimbulkan cedera, baik pada ternak maupun tim pelaksana.

 

Selain pemeriksaan fisik, tim juga memberikan obat cacing Ivomec kepada seluruh ternak melalui suntikan (injeksi) sebagai bagian utama dari program deworming, sekaligus mengambil sampel feses dari 38 ekor ternak untuk keperluan pemeriksaan Fecal Egg Count (FEC) di laboratorium. Pengambilan sampel dilakukan melalui dua metode, yaitu pengambilan langsung dari rektum maupun sampel segar yang diambil dari lantai atau tanah kandang, sebelum diawetkan dan seluruhnya dikirim ke laboratorium untuk dianalisis lebih lanjut.

 

Hasil pemeriksaan fisik menunjukkan rata-rata Body Condition Score ternak berada pada angka 2,74 dari skala 1-5, dengan sebaran mulai dari kategori kurus hingga gemuk, serta rata-rata berat badan 91,7 kilogram. Dari sisi kondisi kesehatan umum, sebagian besar ternak menunjukkan mukosa normal dan feses dengan konsistensi normal, namun ditemukan pula sejumlah ternak dengan mukosa pucat dan tekstur bulu kasar – dua indikator yang lazim dikaitkan dengan kecacingan pada ruminansia.

Dr. drh Rini Widyastuti menjelaskan bahwa penilaian Body Condition Score, kondisi mukosa, dan tekstur bulu secara bersamaan dapat menjadi indikator awal yang cukup sensitif untuk mendeteksi kemungkinan infestasi parasit gastrointestinal pada ternak, sebelum dikonfirmasi lebih lanjut melalui pemeriksaan telur cacing di laboratorium. Ia menambahkan bahwa kondisi tubuh ternak yang bervariasi antar kampung turut dipengaruhi oleh pola pemeliharaan, ketersediaan pakan, serta akses peternak terhadap layanan kesehatan hewan di kawasan transmigrasi tersebut.

Baca Juga:  Ini Nasib Sidang Online Habib Rizieq

 

Program deworming dan pemeriksaan kesehatan ternak ini merupakan rangkaian kegiatan Tim 3 Ekspedisi Patriot Unpad di kawasan transmigrasi Bomberay-Tomage, yang sebelumnya juga menyelenggarakan pematerian animal welfare bagi peserta didik SMK Negeri 2 Fakfak. Hasil pemeriksaan feses yang tengah dianalisis di laboratorium diharapkan dapat menjadi dasar penentuan jenis dan dosis obat cacing yang tepat, sekaligus bahan evaluasi program kesehatan ternak berkelanjutan bagi peternak di Distrik Bomberay.

 

Anto -

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *