OJK: NIM Berpotensi Tertekan Jangka Pendek, Namun Tetap Sehat

OJK: NIM Berpotensi Tertekan Jangka Pendek, Namun Tetap Sehat

KLIPING.id-JAKARTA — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memperkirakan tekanan terhadap Net Interest Margin (NIM) perbankan masih berpotensi berlanjut dalam jangka pendek, terutama apabila biaya dana tetap tinggi dan persaingan penghimpunan dana semakin ketat.

Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Dian Ediana Rae mengatakan prospek NIM hingga akhir tahun akan dipengaruhi efektivitas transmisi kebijakan suku bunga, kondisi likuiditas, serta keberlanjutan pertumbuhan kredit.

“OJK memproyeksikan NIM perbankan hingga akhir tahun akan tetap berada pada level yang sehat dan moderat,” kata Dian.

NIM perbankan pada Juli 2026 tercatat 4,32 persen, turun dari 4,57 persen pada Juli 2025.

Menurut OJK, penurunan tersebut sejalan dengan penyesuaian suku bunga perbankan terhadap dinamika suku bunga global maupun domestik.

Jika pertumbuhan kredit terus meningkat dengan kualitas yang terjaga dan tekanan biaya dana mulai mereda, ruang stabilisasi NIM akan semakin terbuka.

OJK terus melakukan pengawasan terhadap likuiditas, profitabilitas, dan manajemen risiko perbankan.

OJK juga mendorong bank menjalankan strategi bisnis yang sehat dan berkelanjutan melalui optimalisasi struktur pendanaan, peningkatan efisiensi, pengelolaan risiko, serta pertumbuhan kredit berkualitas.

Baca Juga:  Mahendra Siregar Pimpin OJK

Anto -

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *