Pembicara Kelas Dunia Gembleng Prodi Kewirausahaan Universitas BTH
KLIPING.id-Tasikmalaya — Program Studi Kewirausahaan Universitas Bakti Tunas Husada (BTH) kembali menunjukkan komitmennya membawa atmosfer kewirausahaan global ke lingkungan kampus. Melalui Bakti Entrepreneurship Talk (BET) 2026 – Global Speaker Series 1, Prodi Kewirausahaan berhasil menghadirkan sejumlah pembicara dan pemikir bisnis berkelas dunia yang berbagi wawasan langsung kepada mahasiswa dan generasi muda Indonesia.
Digelar pada Rabu, 7 Oktober 2026, kegiatan bertema “Entrepreneurship for the Next Generation: Creating Impact, Innovation, and Opportunity” tersebut diikuti sekitar 300 peserta secara hybrid, baik secara langsung di Universitas BTH maupun melalui platform Zoom. Kehadiran peserta dalam jumlah besar menunjukkan tingginya antusiasme mahasiswa dan masyarakat terhadap isu kewirausahaan, inovasi, transformasi digital, kepemimpinan, serta masa depan dunia bisnis.
Yang membuat BET 2026 semakin istimewa adalah hadirnya dua keynote speaker dengan reputasi internasional, yakni Prof. Gerald Zaltman, Joseph C. Wilson Professor of Business Administration dari Harvard Business School, dan Prof. Dr. Yves Pigneur, Professor serta co-creator Business Model Canvas dari University of Lausanne, Switzerland.
Kehadiran kedua tokoh tersebut menjadi salah satu capaian penting Prodi Kewirausahaan Universitas BTH dalam membangun jejaring akademik dan pembelajaran kewirausahaan yang melampaui batas geografis. Gerald Zaltman dikenal luas melalui pemikirannya mengenai perilaku konsumen, pemasaran, dan deep consumer insights, sementara Yves Pigneur merupakan salah satu pemikir paling berpengaruh dalam pengembangan Business Model Canvas yang telah digunakan secara luas oleh entrepreneur, perusahaan, startup, maupun institusi pendidikan di berbagai negara.
Selain dua keynote speaker tersebut, BET 2026 juga menghadirkan Charles Caldwell dari Hong Kong, Prof. Lennora Putit dari Universiti Teknologi MARA (UiTM), Scott J. Simmerman, Ph.D. dari Amerika Serikat, Syahirah Abdul-Rahman, Ph.D. dari Oxford Brookes Business School, serta Andrew Thorp, business speaker dan communication skills trainer dari Inggris.
Komposisi pembicara tersebut memberikan warna tersendiri bagi BET 2026. Peserta tidak hanya memperoleh perspektif akademik, tetapi juga mendapatkan pengalaman praktis dari para profesional, trainer, konsultan, dan pelaku pengembangan organisasi dari berbagai negara.
Di balik penyelenggaraan agenda tersebut terdapat peran strategis Moh. Ikhsan Kurnia, S.Sos., MBA., Kepala Program Studi Kewirausahaan Universitas BTH. Di bawah kepemimpinannya, Prodi Kewirausahaan tidak hanya diarahkan untuk menjadi ruang pembelajaran kewirausahaan di tingkat lokal, tetapi juga dikembangkan sebagai platform yang mempertemukan mahasiswa dengan gagasan, pengalaman, dan jejaring kewirausahaan global.
“Bagi kami, mahasiswa kewirausahaan tidak cukup hanya belajar dari buku dan ruang kelas. Mereka perlu berinteraksi dengan pemikir, entrepreneur, akademisi, dan praktisi dari berbagai belahan dunia. Karena itu, kami ingin menjadikan BET sebagai jembatan yang mempertemukan generasi muda dengan ekosistem kewirausahaan global,” demikian semangat yang tercermin dalam penyelenggaraan BET 2026.
Kehadiran sekitar 300 peserta dalam format hybrid juga memperlihatkan bahwa batas antara kampus dan dunia global semakin terbuka. Mahasiswa Universitas BTH dapat menyaksikan dan berinteraksi dengan pembicara internasional tanpa harus meninggalkan Tasikmalaya, sementara peserta dari luar kampus dapat mengikuti kegiatan secara daring.
Lebih dari sekadar seminar, BET 2026 dirancang sebagai ruang untuk memperkenalkan berbagai isu strategis yang akan menentukan masa depan kewirausahaan, mulai dari entrepreneurship and innovation, digital transformation and AI, sustainable business, leadership and organizational growth, future of work, startup and venture development, hingga family business and social impact.
Bagi Prodi Kewirausahaan Universitas BTH, keberhasilan menghadirkan figur-figur global tersebut bukan semata tentang siapa yang tampil di panggung. Lebih jauh, hal ini menjadi bagian dari upaya membangun budaya kewirausahaan yang terbuka terhadap dunia, berorientasi pada inovasi, dan memiliki keberanian untuk berpikir melampaui batas lokal.
BET 2026 sekaligus menegaskan arah baru Prodi Kewirausahaan Universitas BTH: Tasikmalaya bukan batas bagi mahasiswa untuk mengenal dunia. Dari kampus di Tasikmalaya, mereka dapat belajar langsung dari para pemikir dan praktisi yang membentuk percakapan kewirausahaan global.
Dengan semangat “Creating Impact, Innovation, and Opportunity”, BET diharapkan terus berkembang menjadi agenda strategis Universitas BTH dalam mempersiapkan next generation entrepreneurs—generasi yang bukan hanya mampu menciptakan bisnis, tetapi juga menciptakan dampak, inovasi, dan peluang bagi masyarakat. Dari Tasikmalaya, percakapan kewirausahaan dunia dimulai.
