Selain mendukung guru, Telkom turut memberikan pendampingan kepada 150 siswa melalui berbagai aktivitas yang dirancang untuk membantu anak kembali berinteraksi dan membangun semangat belajar. Kegiatan dikemas melalui permainan, interaksi kelompok, aktivitas kreatif, serta pengenalan teknologi digital dalam suasana yang menyenangkan dan sesuai dengan kebutuhan anak pascabencana.
Senior General Manager Social Responsibility Telkom Indonesia, Hery Susanto, mengatakan bahwa pemulihan pascabencana membutuhkan dukungan yang menyeluruh, termasuk memastikan guru memiliki kapasitas yang memadai dan anak-anak mendapatkan ruang yang aman untuk memulihkan kondisi emosionalnya.
“Sebagai perusahaan yang bergerak di bidang digital, Telkom tidak hanya menghadirkan dukungan teknologi, tetapi juga berupaya memberikan manfaat sosial yang relevan bagi masyarakat. Melalui penguatan kapasitas guru, pendampingan siswa, serta dukungan fasilitas pembelajaran dan konektivitas, kami berharap dapat membantu sekolah dan anak-anak di Manggarai bangkit dan kembali menjalani proses belajar dengan lebih baik,” ujar Hery.
Untuk mendukung keberlanjutan proses pembelajaran, Telkom juga menghadirkan sejumlah fasilitas, yaitu dua tenda darurat, dua paket konektivitas Orbit Telkomsel, 10 paket tablet, serta 150 Healing Kits. Dukungan tersebut diharapkan dapat membantu sekolah tetap menyediakan ruang belajar yang kondusif sekaligus memberikan sarana bagi siswa untuk kembali belajar dan beraktivitas bersama.
Dukungan ini merupakan bagian dari komitmen Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Telkom dalam mendukung terciptanya pendidikan yang inklusif dan berkelanjutan, sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs) ke-4: Pendidikan Berkualitas. Telkom meyakini keberlanjutan pendidikan pascabencana membutuhkan kolaborasi berbagai pihak agar anak-anak tetap memiliki kesempatan untuk belajar, tumbuh, dan berkembang.
Melalui semangat Bersama Jadi Bisa, Telkom akan terus menghadirkan kontribusi yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, termasuk melalui dukungan pemulihan pendidikan di wilayah terdampak bencana.