UMKM Digerakan Generasi Muda
KLIPING.id-Jakarta-Generasi muda memiliki potensi besar sebagai penggerak inovasi, kewirausahaan, dan regenerasi UMKM Indonesia. Survei Badan Pusat Statistik 2025 mencatat Gen-Z dan Milenial mencapai 49,27% dari 284,67 juta penduduk Indonesia.
Perannya dalam ekonomi kreatif juga semakin kuat, karena saat ini 63% tenaga kerja adalah dari kedua kelompok generasi tersebut. Tumbuh dekat dengan teknologi, media sosial, ekonomi digital, dan memiliki kebanggaan terhadap produk lokal, menjadi modal kuat untuk kontribusi besar terhadap UMKM.
Potensi tersebut perlu terus diperkuat untuk mendorong regenerasi, terutama pada sektor berbasis keterampilan dan budaya, seperti wastra dan kriya.
Demikian disampaikan Deputi Gubernur Bank Indonesia, Thomas A.M. Djiwandono, pada Youth Talk “Kreasi Karya, Generasi Berdaya: Peran Anak Muda dalam Mendorong Inovasi dan Kewirausahaan”. Turut hadir Menteri Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya, serta perwakilan kementerian/lembaga, UMKM, wirausaha muda, pelaku ekonomi kreatif, akademisi, komunitas kewirausahaan, dan mahasiswa. Gelaran ini diselenggarakan Bank Indonesia sebagai rangkaian Karya Kreatif Indonesia (KKI) 2026 di JICC, Jakarta (22/8).
Thomas menekankan bahwa keberlanjutan UMKM membutuhkan proses regenerasi yang mampu menghubungkan kekuatan antargenerasi. Pengetahuan, keterampilan, dan nilai yang telah dibangun perlu diwariskan, sementara generasi muda membawa cara pandang baru untuk menciptakan nilai tambah dan memperluas peluang usaha. Generasi muda juga perlu mengambil peran lebih besar, tidak hanya sebagai konsumen produk kreatif, tetapi sebagai pencipta karya, inovator, dan wirausaha baru. “Berani berkarya, terus berinovasi, dan tetap jaga identitas Indonesia di tengah persaingan global,” pesan Thomas.
Menteri Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya, menegaskan bahwa ekonomi kreatif memiliki peran penting sebagai mesin baru pertumbuhan ekonomi nasional. Penguatannya dilakukan melalui delapan klaster prioritas ASTA EKRAF. Klaster ini yang mencakup pengembangan ekosistem, talenta, pembiayaan, pemasaran, hingga diplomasi ekonomi kreatif. Sinergi Pemerintah dan Bank Indonesia turut mendukung agenda tersebut melalui pembiayaan, infrastruktur, pemasaran, dan insentif sesuai Rencana Aksi Ekonomi Kreatif Tahap I 2026–2029. “Dengan kolaborasi, semakin banyak pelaku ekonomi kreatif Indonesia yang terakselerasi. Dari local heroes yang go national hingga menjadi national champions yang go global,” pungkas Riefky.
