Pemilu Lahirkan Polarisasi, Fahira Idris: Ingat, Kita Punya Ikatan Batin yang Sama dengan Tanah Air Ini

Pemilu Lahirkan Polarisasi, Fahira Idris: Ingat, Kita Punya Ikatan Batin yang Sama dengan Tanah Air Ini

KLIPING.ID, JAKARTA–Walau Pemilu 2024 baru akan digelar tahun depan atau tepatnya 14 Februari 2024, tetapi tahapannya sudah mulai berlangsung saat ini. Bahkan tahun 2023 ini sering disebut sebagai tahun politik karena baik diskursus maupun aktivitas kemasyarakatan tidak akan bisa lepas dari kontestasi pemilu. Perbedaan pilihan dipastikan akan mewarnai ruang publik di Indonesia dalam satu tahun ke depan. Oleh karena itu, nilai dan prinsip sila ketiga Pancasila yaitu Persatuan Indonesia mesti terus dikuatkan dalam tataran praktik relasi antar warga negara.

Anggota MPR RI yang juga Anggota DPD RI Daerah Pemilihan DKI Jakarta Fahira Idris mengungkapkan, nilai-nilai yang terkandung dalam sila ketiga Pancasila dapat dikatakan unik dan senapas dengan prinsip demokrasi yang dianut Indonesia. Unik karena, prinsip persatuan dalam Pancasila dilandaskan gotong royong yaitu mengupayakan persatuan dengan tetap menghargai perbedaan dalam bhinneka tunggal ika. Artinya bukan kebangsaan yang meniadakan perbedaan ataupun menolak persatuan.

“Pemilu ini pasti melahirkan polarisasi yang tidak dapat kita hindari, tetapi dapat kita kelola bersama. Jika polarisasi semakin tajam, kita harus punya sandaran dan kesadaran bersama yaitu bahwa kita ini senasib dan sepenanggungan dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia. Sekaras apapun polarisasi, kita harus ingat bahwa kita ini satu rumah. Kita semua punya ikatan batin yang sama dengan tanah air ini,” ujar Fahira Idris di sela-sela Sosialisasi Empat Pilar MPR RI (Pancasila, UUD NRI 1945, Bhineka Tunggal Ika, NKRI), di Kabupaten Kepulauan Seribu, Jakarta (21/2).

Menurut Fahira, salah satu prinsip dasar sila Persatuan Indonesia adalah menilai bahwa berbagai macam perbedaan dan pertentangan di dalam masyarakat adalah hal yang biasa atau sebuah keniscayaan. Justru perbedaan ini dapat disalurkan untuk memelihara dan mengembangkan kesatuan kebangsaan. Itulah kenapa, demokrasi di mana salah satu praktik utamanya adalah pemilu, memiliki tempat dalam aktualisasi nilai-nilai pancasila.

“Pancasila dan demokrasi Indonesia senapas. Oleh karena itu, jika kita semua mampu memahami, menyalami, dan mempraktikkan prinsip sila ketiga Pancasila, maka semua silang pendapat yang terjadi menjelang pemilu ini adalah bagian dari menguatkan persatuan Indonesia. Setiap ada upaya-upaya mengeraskan polarisasi menjadi perpecahan apalagi konflik menjelang pemilu ini, maka kita harus lawan bersama karena itu bertentangan dengan prinsip persatuan Indonesia dan demokrasi Pancasila,” pungkas Senator Jakarta ini.*

Baca Juga:  100 Hari Menuju Piala Dunia U-20, Menpora Harap Masyarakat Dukung Perjuangan Timnas Indonesia
Avatar

Zahid -

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *