Khalifah Umar bin al-Khaththab Pemimpin yang Sederhana

Khalifah Umar bin al-Khaththab  Pemimpin yang Sederhana

Kliping.id-“Alangkah buruknya aku ini sebagai pemimpin jika aku memakan bagian yang baik, lalu aku memberi rakyat makanan sisanya.” (Ibn Sa’d, _Ath-Thabaqat al-Kubra_, 3/312).

Begitulah kalimat yang pernah terucap dari Amirul Mukminin, Umar bin al-Khaththab ra. Sebagai pemimpin Negara Islam (Khilafah), Khalifah Umar bin al-Khaththab ra. adalah sosok pemimpin yang sangat sederhana. Imam Malik meriwayatkan dalam _Al-Muwaththa_, bahwa Anas bin Malik ra. pernah berkata, “Aku melihat Umar bin al-Khaththab ra. pada masa Kekhilafahannya biasa memakai jubah yang bertambal di dua pundaknya.”

Pada masa kepemimpinan Umar bin al-Khaththab ra. pernah terjadi paceklik. Pada saat itu daerah Hijaz benar-benar kering kerontang. Penduduk pedesaan banyak yang mengungsi ke Madinah. Mereka tidak lagi memiliki bahan makanan sedikitpun. Mereka segera melaporkan nasib mereka kepada Khalifah Umar bin al-Khaththab ra.

Khalifah Umar ra. cepat tanggap. Beliau segera menindaklanjuti laporan ini. Beliau segera membagi-bagikan makanan dan uang dari Baitul Mal hingga gudang makanan dan kas Baitul Mal menjadi kosong. Beliau pun memaksakan dirinya untuk tidak makan lemak, susu maupun makanan enak lainnya yang dapat membuat gemuk hingga musim paceklik ini berlalu.

Jika sebelumnya selalu dihidangkan roti, lemak dan susu, pada masa paceklik ini beliau hanya makan minyak dan cuka. Beliau hanya mengisap-isap minyak dan tidak pernah kenyang dengan makanan tersebut. Akibatnya, warna kulit beliau menjadi hitam. Tubuhnya pun menjadi kurus. Banyak yang khawatir beliau akan jatuh sakit dan lemah. Kondisi ini berlangsung selama 9 bulan.

Khalifah Umar ra. selalu mengontrol rakyatnya di Madinah pada masa paceklik ini. Menyaksikan kondisi rakyatnya makin menderita, beliau mengirim surat kepada gubernurnya di Irak, Abu Musa al-Asy’ári ra., yang isinya: “Bantulah umat Muhammad saw. Mereka hampir binasa!”

Baca Juga:  GP Ansor Minta Holywings di Kelapa Gading dan Penjaringan ditutup

Beliau pun mengirim surat yang sama kepada Gubernur Mesir ‘Amru bin al-‘Ash ra. Kedua gubernur ini segera mengirimkan bantuan ke Madinah dalam jumlah besar. Terdiri dari makanan dan bahan pokok berupa gandum.

Abu Ubaidah ra. pun pernah datang ke Madinah membawa 4000 hewan tunggangan yang dipenuhi makanan. Khalifah Umar ra. segera memerintahkan dia untuk membagi-bagikan makanan tersebut di perkampungan sekitar Madinah.

Pada masa paceklik ini, Khalifah Umar ra. pernah keluar bersama Abbâs ra., paman Rasulullah saw., untuk melakukan shalat _istisqâ’_ (meminta hujan). Usai shalat Khalifah Umar ra. berdoa, _“Ya Allah, sungguh jika kami ditimpa kekeringan sewaktu Rasulullah saw. masih hidup, maka kami meminta kepada-Mu melalui Nabi kami. Sekarang kami meminta kepada-Mu melalui paman Nabi kami.”_ (HR ath-Thabarani).

Tidak lama setelah itu, masa paceklik berakhir. Keadaan berubah kembali menjadi normal sebagaimana biasanya. Akhirnya, para penduduk yang mengungsi bisa pulang kembali ke rumah mereka.

Demikianlah. Khalifah Umar ra. berhasil melewati masa-masa kritis itu dengan bijaksana. Beliau mampu menyelamatkan rakyatnya dari musibah kekeringan dan kondisi sulit itu melalui kebijakannya yang tepat.

Keteladanan Khalifah Umar ra. hanyalah satu dari sekian banyak keteladanan para pemimpin Islam sepanjang Kekhilafahan Islam. Masih banyak lagi contoh-contoh lainnya seperti Khalifah Umar bin Abdul Aziz, Sultan Sulaiman al-Qanuni dan banyak lagi pemimpin Islam lainnya.

 

Avatar

Anto -

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *