AI Ubah Pencatatan Keuangan UMKM  untuk Akses Pendanaan, Apa Perbankan Tertarik?

AI Ubah Pencatatan Keuangan UMKM  untuk Akses Pendanaan, Apa Perbankan Tertarik?

KLIPING.id-Jakarta – Kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) dinilai mampu menjadi solusi atas persoalan klasik yang dihadapi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), yakni belum adanya sistem pencatatan transaksi keuangan yang tertata dan sesuai standar.

Kepala Bidang Ekonomi Digital Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, Firlie Ganinduto, mengatakan bahwa mayoritas UMKM masih mencatat transaksi secara manual, bahkan sebagian besar belum memiliki laporan keuangan yang dapat menggambarkan kondisi usaha secara utuh. Akibatnya, pelaku usaha kesulitan memantau arus kas, keuntungan, maupun perkembangan bisnisnya.

Menurut Firlie, pemanfaatan AI dapat mengubah berbagai data transaksi harian, seperti bukti pembayaran, nota, mutasi rekening, hingga catatan penjualan, menjadi laporan keuangan yang tersusun secara otomatis dan profesional sesuai standar akuntansi.

“AI tidak hanya membantu UMKM melakukan pembukuan, tetapi juga mengubah data transaksi menjadi informasi keuangan yang kredibel dan dapat dipertanggungjawabkan,” ujarnya.

Laporan keuangan yang dihasilkan AI tersebut dapat menjadi underlying dalam proses pengajuan pembiayaan ke perbankan maupun lembaga keuangan lainnya. Dengan data keuangan yang terdokumentasi secara digital dan konsisten, lembaga pembiayaan memiliki dasar yang lebih kuat untuk menilai kesehatan usaha.

Selain itu, digitalisasi pencatatan transaksi juga memungkinkan terbentuknya credit scoring berbasis data. Penilaian kelayakan kredit tidak lagi semata-mata bergantung pada agunan (collateral), tetapi juga didukung rekam jejak transaksi dan performa bisnis yang tercatat secara akurat melalui sistem AI.

Pendekatan ini diharapkan membuka peluang lebih besar bagi UMKM, khususnya pelaku usaha perorangan yang selama ini memiliki keterbatasan aset sebagai jaminan. Semakin baik kualitas data transaksi yang dimiliki, semakin besar peluang UMKM memperoleh akses pendanaan untuk mengembangkan usahanya.

Firlie menilai, penerapan AI dalam pembukuan merupakan salah satu contoh nyata bagaimana transformasi digital mampu meningkatkan inklusi keuangan. Pencatatan transaksi yang sebelumnya hanya menjadi arsip kini dapat bertransformasi menjadi aset informasi yang memperkuat kepercayaan lembaga keuangan sekaligus memperluas akses pembiayaan bagi UMKM.

Baca Juga:  Laznas Dewan Dakwah Kirim Tiga Kontainer Bantuan untuk Warga Gaza

Abdul Aziz

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *