El Nino Berpotensi Tekan Kualitas Kredit Perbankan
KLIPING.id-JAKARTA — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai fenomena El Nino perlu menjadi salah satu risiko yang dicermati industri perbankan karena berpotensi memengaruhi kualitas aset, profitabilitas, likuiditas, dan permodalan bank.
Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Dian Ediana Rae mengatakan El Nino dapat menyebabkan cuaca lebih kering dan musim kemarau berkepanjangan yang meningkatkan risiko kekeringan, gangguan produksi, hingga kebakaran hutan dan lahan.
“Risiko iklim, dalam hal ini El Nino, memberikan dampak yang dirasakan utamanya kepada sektor ekonomi yang memiliki ketergantungan yang sangat tinggi pada kondisi cuaca,” ujar Dian.
Sektor yang berpotensi terdampak antara lain pertanian, perkebunan, peternakan, perikanan, serta industri makanan dan minuman.
Gangguan produksi dan aktivitas usaha, meningkatnya biaya operasional serta menurunnya pendapatan dapat memengaruhi kemampuan debitur memenuhi kewajibannya. Kondisi tersebut pada akhirnya berpotensi meningkatkan risiko kredit bermasalah atau non-performing loan (NPL).
OJK mendorong perbankan mengintegrasikan dampak risiko iklim ke dalam strategi bisnis dan manajemen risiko. Perbankan juga didorong mengalokasikan modal dan pembiayaan ke sektor ramah lingkungan serta mengembangkan produk keuangan berbasis keberlanjutan.
Untuk BPR dan BPR Syariah, OJK menyebut risiko El Nino juga perlu diperhatikan karena sebagian BPR memiliki eksposur pembiayaan terhadap sektor pertanian, perkebunan, perdagangan, serta UMKM di daerah.
