Mayora Naik Tiga Peringkat di FORTUNE Indonesia 100
KLIPING.id-Jakarta – PT Mayora Indah Tbk menempati peringkat ke-32 dalam FORTUNE Indonesia 100, naik tiga posisi dibandingkan edisi sebelumnya. Pencapaian tersebut disampaikan dalam FORTUNE Indonesia 100 Gala 2026 yang digelar di Hotel Mulia, Jakarta, Kamis (17/9).
Dalam pemeringkatan yang menggunakan kinerja tahun fiskal 2025 tersebut, Mayora tercatat dengan pendapatan sebesar Rp38,68 triliun dan laba yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp2,87 triliun.
FORTUNE Indonesia 100 merupakan pemeringkatan tahunan yang memuat 100 perusahaan dengan pendapatan terbesar di Indonesia berdasarkan kinerja tahun fiskal masing-masing perusahaan. Daftar ini mencakup berbagai sektor industri, termasuk perusahaan-perusahaan
dengan bisnis konsumer dan FMCG seperti PT Indofood Sukses Makmur Tbk, PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk, PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk, PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk, PT Kalbe Farma Tbk, hingga PT Unilever Indonesia Tbk. Untuk edisi 2026, perusahaan yang masuk dalam daftar harus mencatatkan pendapatan sedikitnya Rp12,31 triliun berdasarkan
kinerja tahun fiskal 2025.
Kehadiran sejumlah perusahaan besar dari sektor konsumer dan FMCG tersebut
menunjukkan besarnya skala bisnis serta dinamika persaingan di industri ini. Bagi Mayora, posisi di peringkat ke-32 menempatkan perseroan dalam kelompok perusahaan dengan skala
pendapatan terbesar di Indonesia, sekaligus berada dalam ekosistem industri yang memiliki perubahan permintaan dan persaingan yang tinggi.
Sebagai salah satu perusahaan yang masuk dalam daftar tersebut, Mayora memiliki skala bisnis yang ditopang oleh aset dan ekuitas yang signifikan. Berdasarkan laporan keuangan 2025, Mayora mencatat total aset sebesar Rp31,38 triliun, liabilitas Rp13,02 triliun, dan ekuitas
Rp18,36 triliun. Skala tersebut mendukung kegiatan produksi, distribusi, pengembangan produk, serta aktivitas bisnis di pasar domestik maupun internasional.
Kenaikan posisi tersebut menjadi gambaran perkembangan skala bisnis Mayora di tengah dinamika industri makanan dan minuman yang terus berubah. Bagi perusahaan FMCG, pertumbuhan tidak hanya ditentukan oleh kemampuan memperluas pasar, tetapi juga oleh
bagaimana perusahaan membaca perubahan kebutuhan konsumen dan menjaga relevansi produknya.
Dengan portofolio produk yang luas, Mayora menjadikan pemahaman terhadap kebutuhan konsumen sebagai salah satu bagian dari pengembangan bisnis. Perubahan pola konsumsi di
masyarakat menjadi bagian dari dinamika yang terus direspons melalui inovasi produk.
Sepanjang 2025, Mayora meluncurkan lebih dari 10 produk baru untuk menjawab
perkembangan preferensi konsumen di berbagai segmen dan lintas generasi.
Dinamika pasar FMCG saat ini berlangsung cukup cepat. Perubahan preferensi konsumen, daya beli, persaingan antarproduk, hingga pergerakan biaya produksi membuat perusahaan
perlu menyesuaikan strategi secara berkelanjutan. Pertumbuhan volume dan jangkauan pasar perlu berjalan seiring dengan kemampuan menjaga efisiensi operasional.
Tantangan tersebut juga datang dari sisi biaya dan persaingan. Dalam laporan tahunannya, Mayora mencatat tingginya harga sejumlah bahan baku serta persaingan dengan merek lokal
maupun multinasional sebagai bagian dari tantangan yang dihadapi industri sepanjang 2025.
Kondisi tersebut membuat kemampuan perusahaan dalam mengelola biaya sekaligus mempertahankan daya saing produk menjadi semakin penting.
Dalam menghadapi kondisi tersebut, Mayora terus memperkuat efisiensi melalui pengelolaan biaya dan operasional, termasuk pemanfaatan teknologi dalam proses kerja. Integrasi
teknologi dan pengembangan alur kerja yang lebih efisien diarahkan untuk meningkatkan produktivitas dengan tetap menjaga standar kualitas produk. Bagi perusahaan, efisiensi
menjadi bagian penting dalam menjaga keseimbangan antara kualitas produk, daya saing
harga, dan keberlanjutan bisnis.
Di sisi lain, penguatan efisiensi tidak hanya berkaitan dengan proses produksi. Mayora juga
menempatkan optimalisasi distribusi dan rantai pasok sebagai bagian dari upaya menjaga
ketahanan bisnis. Perusahaan menyebut investasi pada teknologi produksi yang lebih efisien
serta optimalisasi jaringan distribusi sebagai bagian dari strategi operasionalnya, termasuk
untuk menjaga kualitas produk hingga ke konsumen.
Perkembangan tersebut menunjukkan bahwa pertumbuhan perusahaan FMCG semakin
terkait dengan kemampuan mengelola keseluruhan rantai bisnis, mulai dari pengadaan bahan
baku, produksi, distribusi hingga bagaimana produk tetap relevan dengan kebutuhan
konsumen. Dengan portofolio produk yang luas, perubahan pada satu bagian rantai tersebut
dapat turut memengaruhi strategi perusahaan secara keseluruhan.
“Masuknya Mayora dalam FORTUNE Indonesia 100 kami lihat sebagai gambaran dari skala
bisnis yang telah dibangun selama hampir lima dekade. Pencapaian ini tentu tidak terlepas
dari loyalitas, kontribusi, dan pengabdian jangka panjang seluruh Mayorians yang telah
menjadi bagian penting dalam perjalanan perusahaan.”
“Bagi kami, yang lebih penting adalah bagaimana skala bisnis tersebut terus dijaga dan
dikembangkan ke depannya. Dengan menjadikan kepuasan konsumen sebagai prioritas, kami
terus melakukan inovasi dan memastikan produk-produk Mayora tetap relevan serta dapat
dinikmati oleh konsumen di berbagai negara. Dengan jangkauan pasar yang telah mencapai
lebih dari 100 negara, kami juga terus berupaya membawa ‘Goodness and Happiness’ ke
dunia.
“Tantangan ke depan bukan hanya bagaimana tumbuh, tetapi bagaimana menjaga
pertumbuhan tersebut di tengah dinamika industri yang terus berubah. Karena itu, kami akan
terus melakukan perbaikan di setiap proses kerja, meningkatkan efisiensi, memperluas
jangkauan pasar, dan memperkuat daya saing perusahaan.” — Baskoro Santoso Head of
Investor Relations PT Mayora Indah Tbk.
Posisi Mayora dalam FORTUNE Indonesia 100 pada akhirnya menjadi bagian dari gambaran
perkembangan perusahaan di tengah persaingan industri FMCG yang semakin dinamis.
Dengan perubahan perilaku konsumen, tekanan biaya, dan kondisi pasar yang terus bergerak,
kemampuan mempertahankan relevansi produk sekaligus menjaga efisiensi menjadi bagian
penting dari agenda pertumbuhan perusahaan ke depan.
