Menag-Ephorus HKBP Sepakat Jaga Lingkungan Hidup

Menag-Ephorus HKBP Sepakat Jaga Lingkungan Hidup

KLIPING.id, Jakarta – Menteri Agama Nasaruddin Umar bersama Ephorus Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) sepakat menyerukan menjaga lingkungan hidup di berbagai penjuru Indonesia, terutama di wilayah Danau Toba, Sumatera Utara (Sumut).

“Jadi HKBP dengan Kemenag mempunyai kesamaan visi agar lebih solid dan kompak memiliki persamaan konsen menjaga lingkungan hidup,” ujar Menag dalam keterangandi Jakarta, Kamis (29/5/2025).

Pernyataan itu disampaikan Nasaruddin saat menerima kunjungan Ephorus Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) Pdt Victor Tinambunan beserta jajaran di Masjid Istiqlal, Jakarta.

Ia juga mengatakan, lingkungan hidup yang sehat akan berkontribusi terhadap fisik, rohani, dan pikiran yang sehat pula.

“Tetapi kalau lingkungan hidup ini kita rusak, sebaliknya, pikiran, rohani dan fisiknya juga akan rusak nanti. Jadi, mari kita jadikan kewajiban agama untuk menjaga lingkungan dan memperbaiki serta memelihara ekosistem untuk menyelamatkan planet kita,” katanya.

Ia mengatakan, dampak dari kerusakan lingkungan membuat sejutaan jiwa menjadi korban per tahunnya.

Angka itu lebih tinggi dari perang yang saat ini berkecamuk di sejumlah belahan dunia. Kendati demikian, baik lingkungan yang rusak dan perang juga harus dihentikan.

“Jadi kontribusi kematian orang karena kerusakan lingkungan lebih dahsyat daripada kontribusi kematian disebabkan oleh perang. Maka dua-duanya harus kita hindari. Hindari perusakan lingkungan alam, dan hindari juga peperangan,” kata dia.

Sementara Ephorus HKBP Pendeta Victor Tinambunan mengatakan pihaknya terus berupaya menyelamatkan kerusakan lingkungan dengan pendekatan-pendekatan agama.

Menurutnya, menjaga dan melestarikan lingkungan merupakan tanggung jawab bersama. Apalagi, kata dia, bahwa Menteri Agama, Nasaruddin Umar sering mengingatkan bahwa menjaga lingkungan menjadi kewajiban agama.

“Seperti diungkapkan Menteri Agama, Nasaruddin Umar, lingkungan yang sehat akan berkontribusi terhadap fisik, rohani, dan pikiran yang sehat. Maka, mari kita jadikan kewajiban agama untuk menjaga lingkungan,” ujarnya.

Baca Juga:  Salut, Polri Tindak Tegas Joseph Paul Zhang

Ephorus juga menekankan kepada pengikut HKBP untuk merawat alam ciptaan Tuhan, dan ditekankan untuk menentang segala tindakan yang merusak alam.

Menurutnya, sesuai Asta Cita Presiden dan Wakil Presiden yang secara khusus yang berkaitan dengan tugas alam merawat alam.

Salah satunya, ekonomi hijau yang meminimalkan merusak lingkungan alam dan memaksimalkan untuk kesejahteraan manusia serta memperkuat penyelarasan kehidupan yang harmonis dengan lingkungan dan budaya.

Ia menilai kondisi sekitar Tanah Batak sangat krisis. HKBP sekitar wilayah Toba ikut dalam barisan arahan untuk memperjuangkan mempertahankan dari perusakan alam yang merugikan masyarakat.

Misalnya, seruan untuk menutup pabrik pulp milik PT Toba Pulp Lestari (TPL) dan Aquafarm di Kabupaten Toba, Sumatera Utara (Sumut) yang dinilai merusak lingkungan.

Menurutnya, keberadaan PT TPL dan Aquafarm telah memicu berbagai bentuk krisis sosial dan ekologis yang menyebabkan timbulnya bencana. Bencana itu, kata dia, terjadi berulang kali seperti banjir bandang di kota wisata Parapat, Kabupaten Simalungun.

Padahal, sebelumnya kawasan itu tak pernah terkena bencana banjir yang menyebabkan kesengsaraan pada masyarakat.

“Sumatera Utara, khususnya area Tapanuli Raya saat ini kondisinya sangat memprihatinkan. Maka dari itu, kami menyerukan agar pemerintah memiliki visi yang sama, visi untuk menyelamatkan lingkungan,” kata Victor. []

Anto -

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *