Kapolres Jakpus: Aksi Massa di DPP Demokrat tak Miliki Ijin

Kapolres Jakpus: Aksi Massa di DPP Demokrat tak Miliki Ijin

Kliping.id-Jakarta-Aparat kepolisian membubarkan puluhan massa mahasiswa yang menggeruduk Kantor DPP Partai Demokrat di Menteng, Jakarta Pusat, Senin (15/3) malam.

Dok Sindonews

 

Mereka membubarkan diri sekitar pukul 20.30 WIB, setelah diminta oleh aparat. Sebelum bubar, massa sempat berdialog dengan pihak DPP Demokrat. Lansir CNNIndonesia.com.

Kapolres Jakarta Pusat Kombes Hengki Haryadi menyatakan aksi yang dilakukan massa itu melanggar, karena dilakukan pada malam hari. Selain itu, aksi massa juga tak memiliki izin.

Usai berdialog dengan mahasiswa, Kepala Badan Komunikasi Strategis (Bakomstra) DPP Partai Demokrat Herzaky Mahendra Putra enggan berkomentar dan langsung masuk ke Kantor DPP.

Dalam sebuah video di YouTube yang diunggah oleh akun Semut Rang-rang. Dalam video berdurasi 5 menit 21 detik tersebut, tampak puluhan mahasiswa berdiri di depan pagar pintu masuk DPP Demokra

“puluhan orang yang mengatasnamakan mahasiswa menggeruduk kantor Demokrat protes nama kampusnya di catut dalam acara “Mimbar Demokrasi” siang tadi..” demikian keterangan di akun Youtube tersebut.

Salah satu perwakilan mahasiswa di dalam video tersebut berorasi dan menyatakan bahwa alasan pihaknya datang ke DPP Partai Demokrat adalah untuk meminta penjelasan dari Agus Harimurti Yudhoyono selaku Ketua Partai Demokrat.

Pasalnya, jelas dia, dalam acara Mimbar Demokrasi yang diselenggarakan siang tadi, sekelompok mahasiswa lain dari kampus yang sama menyatakan dukungan terhadpa AHY.

“Kenapa mereka bisa masuk. Kami mempertanyakan. Siapa dan dari mana mereka itu?” tegasnya dalam orasi.

Orator tersebut juga mengatakan bahwa bila tidak ada penjelasan dari pihak Partai Demokrat, maka dia dan kelompok mahasiswa akan melakukan demonstrasi besar-besaran.

Mahasiswa lain yang hadir di lokasi mengatakan bahwa mereka berasal dari Universitas Krisnadwipayana. Mereka menuntut penjelasan atas klaim sekelompok orang sebagai Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Krisnadwipayana yang menyatakan dukungan terhadap partai.

Baca Juga:  Tim GSGP Turun ke Sumatera Selatan, Targetkan Serap Gabah 95.455 ton

“Mahasiswa adalah independen. Mahasiswa harus independen,” tegasnya.

Avatar

Anto -

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *