Netanyahu Siapkan Perang Baru Secara Penuh di Jalur Gaza

KLIPING.id Tel Aviv – Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu menyatakan akan merencanakan perang terbarunya untuk menghancurkan gerakan perlawanan Palestina Hamas dan mengamankan pembebasan puluhan sandera Israel.

Media Israel melaporkan bahwa Netanyahu akan memerintahkan pendudukan (penjajahan) penuh atas wilayah Palestina.

Waktu pertemuan keamanan belum dikonfirmasi secara resmi. Netanyahu mengatakan bahwa pertemuan tersebut akan berlangsung dalam beberapa hari mendatang.

“Netanyahu ingin tentara Israel menaklukkan seluruh Jalur Gaza,” demikian laporan dari lembaga penyiaran publik Kan, dikutip dari laman TRT Global, Selasa (5/8/2025)

“Beberapa anggota kabinet yang berbicara dengan perdana menteri mengonfirmasi bahwa ia telah memutuskan untuk memperluas pertempuran ke wilayah-wilayah di mana para sandera mungkin ditawan,” kata laporan itu.

Meskipun rencana penaklukan kembali tersebut belum dikonfirmasi secara resmi, rencana tersebut telah menuai kemarahan dari Otoritas Palestina dan pemerintah Palestina di Gaza, yang bersikeras tidak akan mengubah pendiriannya dalam perundingan gencatan senjata.

“Kami ingin mencapai kesepakatan yang mengakhiri perang. Bola sekarang ada di tangan Israel dan Amerika, yang mendukung posisi Israel dan menunda tercapainya kesepakatan,” kata pejabat senior Hamas, Husam Badran kepada Al Jazeera.

Dana Anak-Anak PBB (UNICEF) mengungkapkan bahwa rata-rata sekitar 28 anak wafat setiap hari di Gaza, Palestina. Mereka wafat dibunuh Israel secara terus menerus, Israel juga melakukan blokade terhadap bantuan kemanusiaan.

“Kematian akibat pemboman, kematian akibat malnutrisi dan kelaparan. Kematian akibat kurangnya bantuan dan layanan vital,” tulis UNICEF dalam sebuah unggahan di X pada Senin, (4/8/2025).

“Di Gaza, rata-rata 28 anak per hari (wafat), sebanyak (anak-anak di) ruang kelas wafat,” kata UNICEF.

UNICEF mendesak akses kemanusiaan segera ke dalam Gaza, juga mendesak Israel menghentikan serangan mereka di Gaza.

Baca Juga:  Percepat Kerja-kerja Kemanusiaan, Jufi Gelar Raker 2023

UNICEF menekankan bahwa anak-anak di Gaza sangat membutuhkan makanan, air bersih, obat-obatan, dan perlindungan.

“Lebih dari segalanya, mereka membutuhkan gencatan senjata, SEKARANG,” tulis UNICEF.

Sejak 7 Oktober 2023, Israel telah melakukan genosida di Gaza, Palestina. Menurut Kementerian Kesehatan Gaza, hampir 61.000 warga Palestina telah wafat, hampir setengahnya yang dibunuh Israel adalah perempuan dan anak-anak, sementara puluhan ribu lainnya terluka.

Serangan Israel telah menghancurkan infrastruktur kesehatan dan sanitasi di Gaza, memaksa penutupan hampir semua rumah sakit, dan mendorong wilayah tersebut ke ambang kelaparan.

Badan-badan bantuan mengatakan pengiriman makanan, obat-obatan, dan bahan bakar telah sangat terhambat. Itu terjadi akibat pembatasan yang dilakukan Israel di perlintasan perbatasan.

Meskipun seruan internasional untuk gencatan senjata semakin meningkat, Israel terus melanjutkan genosidanya di Gaza.

UNICEF dan kelompok-kelompok kemanusiaan lainnya memperingatkan bahwa jika kekerasan tidak segera diakhiri, jumlah kematian anak-anak di Gaza yang sudah mengerikan akan terus meningkat. []

Anto -

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *